Tunjangan Guru Playgroup Rp 1,5 Juta Per Tahun Dipotong Setengahnya

Posted on
JAKARTA – Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengeluarkan kebijakan yang
tidak menyenangakan bagi ribuan guru kelompok bermain (playgroup).
Tunjangan transportasi mereka yang
semula Rp 1,5 juta per tahun dipotong separo menjadi Rp 750 ribu per
tahun. Alasannya, alokasi anggaran Kemendikbud terbatas.

Pemangkasan tunjangan itu disampaikan Direktur Pembinaan Pendidik dan
Tenaga Kependidikan (P2-TK) Ditjen PAUDNI Kemendikbud Nugaan Yulia
Wardhani Siregar.

Pejabat yang akrab disapa Dhani itu
mengatakan, selama ini memang tidak berlaku ketentuan tunjangan
transportasi guru playgroup harus Rp 1,5 juta per tahun.

“Jadi jika alokasi anggarannya besar, ya kami alokasikan uang tunjangan
lebih. Tetapi jika sekarang anggarannya terbatas, alokasi uang tunjangan
juga disesuaikan,” urainya di Jakarta kemarin.

Dia menuturkan alokasi anggaran
tunjangan transportasi guru-guru playgroup di APBN 2015 dipatok Rp 20
miliar. Angka ini lebih kecil dibandingkan alokasi tahun lalu.

Dhani mengatakan, pemerintah tetap berupaya mempertahankan jumlah guru
yang mendapatkan tunjangan itu. Dengan demikian, konsekuensinya adalah
besaran yang diterima setiap guru dikurangi.
 

Meskipun begitu Dhani mengatakan Kemendikbud masih berupaya mencari cara
agar alokasi tunjangan transportasi guru playgroup itu bisa dinaikkan
lagi. Di antaranya adalah dengan efisiensi anggaran perjalanan dinas.
Namun ketetapan berapa duit perjalanan yang bisa dihemat, Dhani
mengatakan baru bisa diketahui beberapa bulan ke depan.
 
wimaogawa.blogspot.com
Ketua Umum Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini
Indonesia (Himpaudni) Netti Herawati mengatakan, kesejahteraan guru-guru
playgroup saat ini masih memprihatinkan.

Pemangkasan alokasi tunjangan
transportasi oleh Kemendikbud itu, kata dia, bakal semakin membuat
sebagian guru-guru kelompok bermain jauh dari standar hidup sejahtera.

Pemerintah selama ini hanya memberikan tunjangan profesi sampai guru TK.
Sementara untuk guru-guru playgroup tidak bisa mendapatkan tunjangan
profesi. Sebab, kelompok bermain dianggap sebagai satuan pendidikan
nonformal.

(Sumber : pendidikan.jpnn.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.