Soal Sulit Ujian Nasional 5-10 % Setiap Mapel

Posted on

JAKARTA – Siswa tingkat akhir calon peserta Ujian Nasional (Unas) 2015 harus belajar intensif sejak dini.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
(Kemendikbud) tetap mempertahankan keberadaan soal ujian nasional (unas)
berkategori sulit.
    
Kepala Pusat Penilaian Pendidikan (Kapuspendik) Kemendikbud Nizam
menyebutkan, soal kategori sulit itu sebagai soal high order thinking,
atau  soal-soal yang membutuhkan derajat pemikiran ekstra. Nizam
menyebutkan, jumlah butir soal kategori sulit itu bervariasi.
“Sekitar 5-10 persen di setiap mapel (mata pelajaran, red) yang diujikan,” paparnya kemarin.
       
Meskipun masuk ketegori butir soal sulit, Nizam menjamin masih relevan
dengan kisi-kisi ujian yang sudah dipublikasi pemerintah. Selama siswa
mempelajari kisi-kisi dengab baik, guru besar Universitas Gadjah Mada
(UGM) Jogjakarta itu optimis siswa bisa memecahkan soal ujian.
“Soal higher order thinking itu hasil analisi kami. Bukan mencomot dari soal ujian luar negeri,” tegasnya.
     
Pengalaman unas tahun lalu, yang juga ada soal super sulitnya, banyak
siswa yang mampu menjawab dengan benar. Soal ujian super sulit itu
dibuat Kemendikbud berdasarkan standar Programme for International
Student Assessment (PISA). Meskipun begitu Kemendikbud tidak menutup
mata ada siswa lain yang mengaku sulit mengerjakannya.
        
Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Rohmat Wahab meminta Kemenendikbud berhati-hati dalam membuat soal unas.
“Jangan hanya untuk mengejar peringkat
internasional (PISA, red) lalu memasukkan butir soal negara lain ke
dalam unas. Itu tidak boleh,” katanya.
       
Guru besar ilmu pendidikan itu mengatakan, unas tidak boleh memakai soal
ujian yang sama sekali belum pernah diajarkan atau bahkan keluar dari
kurikulum nasional.
Jika panitia unas memaksakan memasukkan soal berstandar internasional demi mengejar pengakuan asing, maka ujiannya tidak valid. (wan/kim)

2 thoughts on “Soal Sulit Ujian Nasional 5-10 % Setiap Mapel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *