Registrasi Ebilling Pajak di https://sse3.pajak.go.id (Setor Pajak Online)

Sebelum mengenal ebilling pajak, setiap pembayaran pajak yang masuk dalam nota BOS, masih saya bayar melalui kantor POS.  Namun, semenjak Ebilling pajak efektif digunakan sejak 1 Juli 2016 (sesuai Surat Keputusan DJP nomor KEP-72/PJ/2016), saya pun sudah tidak bisa membayar langsung melalui kantor POS dan dianjurkn untuk registrasi Ebilling Pajak.

Bagaimana Cara Registrasi Ebilling Pajak?

Sebenarnya cukup mudah, karena tinggal melakukan registrasi dengan memasukan nomor NPWP Sekolah, Alamat email beserta password yang akan digunakan untuk login saja.
Sebelum saya share panduan registrasi Ebilling Pajak, mari kita simak dulu keuntungan dari penggunaan setor pajak online berikut ini :

Hemat waktu
 
Di OnlinePajak, Anda dapat membuat satu atau banyak kode billing pajak sekaligus dengan 1 klik saja. Lebih cepat dan efisien bagi wajib pajak badan yang perlu mendapatkan ebilling pajak dengan macam-macam KAP (Kode Akun Pajak) dan KJS (Kode Jenis Setoran), serta untuk NPWP perusahaan lainnya secara bersamaan sekaligus.

Terintegrasi
Aplikasi e-billing OnlinePajak terintegrasi dengan PajakPay (Cash Management), sistem pembayaran pajak online dari OnlinePajak, aplikasi hitung otomatis PPh dan PPN, e-Faktur dan e-Filing. Sehingga Anda tidak perlu unduh dan menggunakan berbagai software/aplikasi dan sangat mudah digunakan. Cukup pilih KAP/KJS yang perlu Anda bayarkan atau unggah file excel sesuai template OnlinePajak dan dapatkan kode-kode billing Anda dengan seketika.
 
Akurat

Tak perlu repot mengingat KAP atau KJS yang harus Anda bayarkan. Jika Anda menggunakan fitur hitung otomatis PPh & PPN di OnlinePajak, sistem kami memudahkan Anda mengisikan KAP & KJS, serta jumlah pajak secara akurat dan otomatis berdasarkan rekaman transaksi Anda. Sehingga kesalahan pengisian KAP & KJS dapat terhindarkan.

Bukti Bayar Sah dari Negara

Bukti bayar yang Anda dapatkan dari OnlinePajak, yaitu BPN (Bukti Penerimaan Negara) dan NTPN (Nomor Tanda Penerimaan Negara) sah dari Negara.
 

Panduan Registrasi Ebilling Pajak di https://sse3.pajak.go.id

1. Pertama, silahkan kunjungi https://sse3.pajak.go.id atau Klik Disini
2. Klik tombol “Belum Punya Akun?”
 3. Isi Form yang tersedia, klik “Daftar”
4. Buka Email yang digunakan didaftarkan pada form diatas untuk aktivasi akun. Caranya adalah dengan membuka link yang terdapat pada email tersebut. Contohnya adalah gambar berikut :
5. Jika sudah berhasil, silahkan login dengan nomor NPWP + Password yang sudah dibuat
6. Tampilan dasbord adalah sebagai berikut :
 
Demikian share tutorial mengenai  bagaimana cara Registrasi Ebilling Pajak di https://sse3.pajak.go.id (Setor Pajak Online). Semoga bermanfaat.

PP Nomor 82 Tahun 2016 Tentang Jenis Dan Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak Pada Kemendikbud

Pada Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2016 dijelaskan bahwa untuk melakukan penyesuaian jenis dan tarif atas jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang berasal dari museum sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2010 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata dan mengatur jenis dan tarif atas jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang selama ini belum diatur, perlu mengatur jenis dan tarif atas jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Pada Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2016

PP Nomor 82 Tahun 2016

Dalam rangka mengoptimalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak guna menunjang pembangunan nasional, Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai salah satu sumber penerimaan negara perlu dikelola dan dimanfaatkan untuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Sehubungan dengan hal tersebut dan dalam rangka memenuhi ketentuan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 1997 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak, perlu menetapkan jenis dan tarif atas jenis
Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan Peraturan Pemerintah ini.

Penjelasan Terkait  Jenis Dan Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak Pada Kemendikbud yang Tertuang dalam PP Nomor 82 Tahun 2016

Pada peraturan Pemerintah ini terdapat 8 pasal, dimana masing-masing ketentuan dari masing-masing pasal sudah dijelaskan secara detail. Berikut ini adalah penjelasan dari 8 pasal yang terdapat pada Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2016.
 II. PASAL DEMI PASAL
Pasal 1
Cukup jelas.

Pasal 2
Cukup jelas.

Pasal 3
Cukup jelas.

Pasal 4
Ayat (1)
Cukup jelas.

Ayat (2)
Yang dimaksud dengan “wajib bayar” adalah peserta pendidikan
dan pelatihan.

Ayat (3)
-“Kegiatan praktek” dalam ketentuan ini dikenal dengan istilah on the job training.
-Yang dimaksud dengan “pendamping” antara lain widyaiswara, mentor, dan/atau petugas lain yang ditunjuk.
-Yang dimaksud dengan “sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan” antara lain standar biaya yang ditetapka oleh Menteri Keuangan.

Pasal 5
Cukup jelas.

Pasal 6
Cukup jelas.

Pasal 7
Cukup jelas.

Pasal 8
Cukup jelas.

Download Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2016

Selengkapnya downlaod PP Nomor 82 Tahun 2016 Tentang Jenis Dan Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak Pada Kemendikbud :
Demikian, semoga PP Nomor 82 Tahun 2016 Tentang Jenis Dan Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak Pada Kemendikbud ini dapat dijadikan pedoman bagi rekan-rekan sekalian.

Link Alternatif Lapor Pajak Online (DJP ONLINE)

Seperti pada layanan online lainnya ketika memasuki deadline, server akan down ketika diakses oleh ribuan orang dalam satu waktu. Hal ini juga terjadi pada layanan perlaporan pajak online lewat e-Filling. Memasuki tanggal deadline, yakni 31 Maret 2016 ribuan orang berbondong-bondong mengakses situs tersebut sehingga mengakibatkan server tidak mampu menampung ribuan orang yang online secara bersamaan.Untuk mengatasi hal tersebut Kantor Pusat Pajak telah menyediakan 1 link alternatif sebagai solusi ktika djponline tidak dapat diakses.

Bagi Bapak/Ibu yang tidak dapat melaporkan pajak melalui https://djponline.pajak.go.id, maka silahkan kunjungi link alternatif berikut ini :
https://djponline2.pajak.go.id
Link Alternatif Lapor Pajak Online (DJP ONLINE)
Link Alternatif Lapor Pajak Online (DJP ONLINE)

 

Untuk fiture-fiture yang disediakan masih sama dengan link sebelumnya, jadi Bapak/Ibu tidak perlu khawatir.
Baca juga : Cara aktivasi efin pajak 2016

Demikian informasi mengenai  Link Alternatif Lapor Pajak Online (DJP ONLINE), semoga bermanfaat.
Baca juga : Cara Lapor Pajak lewat e-filling

Cara Aktivasi EFIN Pajak, 2 Menit Selesai

Cara Aktivasi EFIN Pajak sebenarnya cukup mudah, yang diperlukan hanyalah sebuah email aktif untuk melakukan konformasi. Dengan adanya pajak Online, Kini pelaporan pajak dapat dilakukan lebih mudah ,sehingga kapanpun dan dimanapun Anda berada asal ada jaringan internet, Anda bisa melaporkan SPT tahunan. Namun, sebelum melaporkan pajak secara online, Anda harus melakukan registrasi terlebih dahulu. Yang terpenting adalah harus mendapatkan kode EFIN agar Anda dapat melakukan registrasi.
Baca : Cara Mendapatkan Kode EFIN Pajak (Download Formulir Usul EFIN)
Menurut Customer Service kantor Pajak terdekat, kode EFIN ini secara otomatis dikirimkan ke email yang terdaftar dalam pendataan PUPNS. Namun, setelah saya cek ternyata kode EFIN di email tidak ada. Hal yang sama juga terjadi pada email lain yang terdaftar dalam PUPNS. Hingga akhirnya saya mengajukan Kode Efin ke Kantor Pelayanan Terdekat. 
Prosedurnya cukup mudah, Anda hanya tinggal mengisi formulir pengajuan EFIN yang dilampiri dengan fotokopi KTP beserta NPWP. Setelah Anda mengajukan ke Kantor KPP terdekat, nantinya Anda akan mendapatkan kode EFIN yang nantinya dapat Anda aktivasi sendiri di rumah/sekolah.

Cara Aktivasi EFIN Pajak
Cara Aktivasi EFIN Pajak sangat mudah. Jika internet lancar, Anda hanya membutuhkan waktu 2 kurang dari 2 menit saja untuk melakukan aktivasi. Berikut ini saya bagikan Cara Aktivasi EFIN Pajak sesuai denganpengalaman pribadi :
1. Kunjungi halaman https://djponline.pajak.go.id/registrasi untuk melakukan registrasi
2. Isi NPWP, Kode EFIN yang didapatkan dari kantor Pajak. Masukan kode keamanan kemudian klik tombol verifikasi
Cara Aktivasi EFIN Pajak
 3. Selanjutnya isi email yang aktif (jika ternyata sudah terinput email, namun tidak aktif segera ganti). Isi juga nomor hp dan password, konformasi password. Klik simpan
Cara Aktivasi EFIN Pajak
4. Maka akan muncul pemberitahuan “registrasi berhasil dilakukan, cek email Anda dan lakukan aktivasi
Cara Aktivasi EFIN Pajak
5. Buka email yang Anda daftarkan, kemudian buka INBOX. Jika diinbox tidak ada, cek di spam. Untuk melakukan aktivasi silahkan klik tautan/link yang ada dalam email
6. Jika berhasil, Anda akan mendapatkan notifikasi seperti berikut 
Cara Aktivasi EFIN Pajak

 7. Cara login
Masukan NPWP + Password yang telah dibuat sebelumnya

Cara Aktivasi EFIN Pajak

8. Hasilnya seperti ini jika berhasil login

Cara Aktivasi EFIN Pajak


Untuk cara pengisian formulis 1770 S silahkan ikuti panduan ini :
Cara isi Formulir 1770 S Pajak

Demikian panduan bagaimana Cara Aktivasi EFIN Pajak dari Info Operator Sekolah, semoga bermanfaat.

Cara Isi Formulir 1770 S Pada SPT Tahunan 2016

Cara isi formulir 1770 S pada SPT Tahunan 2016 sebenarnya cukup mudah. Namun, sebelumnya Anda harus terlebih dahulu melakukan registrasi melalui DJP Online (Cara Registrasi Pajak Online, daftar e-Filling klik disini). Disitu anda akan mendapatkan EFIN Pajak sebagai syarat pelaporan pajak online. Panduan tentang cara isi SPT Tahunan untuk wajib pajak orang pribadi ini dikhususkan bagi mereka yang memiliki penghasilan lebih dari Rp. 60.000.000 dari satu pemberi kerja.

Sebelum anda mengisi formulir 1770 S pada pelaporan SPT Tahunan 2016, Anda harus mempersiapkan data-data berikut ini :
1. Formulir bukti potong 1721 A1 untuk pegawai swasta atau A2 untuk pegawai negeri yang telah diberikan oleh pemberi kerja.
2. Formulir bukti potong 1721 VII untuk pemotongan PPh pasal 21 yang bersifat final
3. Formulir bukti potong PPh pasal 23 untuk penghasilan dari sewa selain tanah dan bangunan
4. Formulir bukti potong PPh pasal 4 ayat 2 untuk sewa tanah dan bangunan, dividen.
5. Bukti kepemilikan harta, seperti buku tabungan, sertifikat tanah/bangunan, STNK
6. Daftar utang seperti rekening utang
7. Kartu keluarga
Baca juga : Cara Aktivasi EFIN Pajak saat Registrasi

Jika data-data diatas sudah terpenuhi silahkan ikuti cara Isi Formulir 1770 S SPT Tahunan 2016 Berikut ini :

Cara Isi Formulir 1770 S SPT Tahunan 2016

1. Kunjungi djponline, login dengan NPWP dan password yang dibuat saat registrasi

Cara Isi Formulir 1770 S Pada SPT Tahunan Tahun 2016
Maka akan muncul profil seperti gambar berikut ini. Selanjutnya untuk melaporkan SPT Tahunan melalui e-Filing klik tombol e-Filing.
Cara Isi Formulir 1770 S Pada SPT Tahunan Tahun 2016
Kemudian Klik tombol buat SPT.
Cara Isi Formulir 1770 S Pada SPT Tahunan Tahun 2016
Selanjutnya akan muncul pertanyaan:
– Apakah Anda menjalankan usaha atau pekerjaan bebas? Apabila Anda akan menggunakan SPT 1770 S maka Anda mengklik tombol tidak.
– Apakah Anda seorang suami atau istri yang menjalankan kewajiban perpajakan terpisah atau pisah harta?
– Apabila Anda seorang suami atau istri yang tidak menjalankan kewajiban perpajakan terpisah atau pisah harta, maka anda mengklik tombol tidak
– Apakah penghasilan bruto yang Anda peroleh selama setahun kurang dari 60 juta rupiah? Apabila penghasilan Anda lebih dari 60 juta rupiah, maka Anda mengklik tidak.
– Anda dapat menggunakan formulir 1770 S, pilihlah form yang akan digunakan? Kami menyarankan Anda menggunakan SPT  1770 S dengan Panduan.
Cara Isi Formulir 1770 S Pada SPT Tahunan Tahun 2016
2. Klik tombol SPT 1770 S Dengan Panduan

Isilah data formulir, masukkan tahun pajak 2015, pilih status SPT Normal jika Anda baru pertama kali lapor untuk tahun pajak 2015. Klik tombol langkah berikutnya.

3. Isikan daftar pemotongan/pemungutan PPh oleh pihak lain atau PPh yang ditanggung pemerintah dengan meng-klik tombol tambah, maka akan muncul tampilan yang meminta untuk diisi NPWP, Nomor bukti pemotongan/pemungutan, tanggal bukti pemotongan/pemungutan, jumlah yang dipotong/dipungut.

Untuk mengisi kolom-kolom ini, siapkan bukti potong yang sudah anda kumpulkan.

Klik tanda panah pada jenis pajak, apabila anda akan mengisi penghasilan dari pekerjaan pilih Pasal 21, lalu isi NPWP pemberi kerja (NPWP perusahaan/ NPWP bendahara), apabila NPWP yang anda isikan benar, maka Nama perusahaan atau nama bendahara akan muncul secara otomatis. Berikutnya masukkan nomor bukti potong (contoh untuk formulir 1721 A1 contoh nomor adalah 1.1.12-2015-00001) dan pilih tanggal bukti pemotongan/pemungutan dengan mengklik tombol kalender yang ada di samping. Masukkan jumlah PPh yang dipotong/dipungut (contoh untuk formulir 1721 A1 jumlah PPh yang dimasukkan berasal dari angka 19). Apabila anda telah selesai Klik tombol simpan.
Baca juga : Mengatasi Error saat pengisian e-Filling

Cara Isi Formulir 1770 S Pada SPT Tahunan Tahun 2016
Lalu Klik tombol langkah berikutnya

4. Masukkan jumlah penghasilan netto dalam negeri sehubungan dengan pekerjaan Anda (contoh untuk formulir 1721 A1 jumlah penghasilan netto berasal dari nomor 14 atau nomor 16 khusus untuk karyawan yang pindah cabang). Klik tombol langkah berikutnya.

Cara Isi Formulir 1770 S Pada SPT Tahunan Tahun 2016
5. Apakah anda memiliki penghasilan dalam negeri lainnya? Apabila anda memilik penghasilan dalam negeri lainnya contoh penghasilan dari sewa mobil, klik ya silakan isi data pada kolom sewa. Setelah Anda mengisi seluruh penghasilan dalam negeri lainnya selesai, klik langkah berikutnya
Cara Isi Formulir 1770 S Pada SPT Tahunan Tahun 2016
6. Apakah Anda memiliki penghasilan luar negeri? Jika Tidak, klik tombol langkah selanjutnya.
Cara Isi Formulir 1770 S Pada SPT Tahunan Tahun 2016

7. Apakah Anda memiliki Penghasilan yang tidak termasuk objek pajak? Jika Ya, masukkan jumlah penghasilannya sebagai contoh warisan diisi dengan harga pasar dari warisan tersebut. Apabila Anda telah mengisi seluruh penghasilan yang bukan objek pajak. Kemudian klik tombol langkah selanjutnya.

Cara Isi Formulir 1770 S Pada SPT Tahunan Tahun 2016

8. Apakah Anda memiliki penghasilan yang pajaknya sudah dipotong secara final? Apabila Ya, klik tombol tambah dan akan muncul kolom untuk mengisi data.

Untuk mengisi kolom-kolom ini, siapkan bukti potong formulir 1721 VII atau formulir bukti pemotongan pph pasal 4 ayat 2 yang sudah anda kumpulkan.

Cara Isi Formulir 1770 S Pada SPT Tahunan Tahun 2016
silakan isi data yang diminta dengan melihat pada formulir 1721 VII atau formulir bukti pemotongan pph pasal 4 ayat 2 yang anda miliki, contoh apabila anda memiliki bangunan dan atau tanah yang disewakan, klik  no. 7 sewa atas tanah dan/atau bangunan. isilah nilai penghasilan yang diterima dari sewa tanah dan atau bangunan tersebut  dan apabila Anda telah selesari mengisi seluruh penghasilan yang bersifat final. Klik simpan. Apabila anda sudah yakin dengan data yang anda isikan Klik tombol langkah selanjutnya.

9. Apakah anda memiliki harta? Apabila Ya, Isikan daftar harta yang Anda miliki dengan meng-klik tombol tambah. Masukkan informasi terkait harta,  klik tanda panah pada kolom kode harta untuk menentukan jenis harta, contoh: sepeda motor. Pilih alat transportasi, sepeda motor.  Masukkan nama harta contoh: untuk sepeda motor ketikkan merk dan type nya, tahun perolehan, harga perolehan, dan keterangan. Lalu klik tombol simpan. Setelah memasukkan semua harta yang Anda miliki, klik tombol langkah berikutnya.

10. Apakah anda memiliki utang? Jika Ya, Isikan daftar utang yang Anda miliki. Klik tombol tambah . Masukan informasi pilih kode utang sesuai dengan jenis utang Anda, masukkan nama pemberi pinjaman, alamat pemberi pinjaman, tahun pinjaman dan jumlah sisa pinjaman atau utang anda per tanggal 31 desember 2015. Klik tombol simpan. Jika anda telah melengkapi semua daftar utang anda klik tombol langkah selanjutnya.
Cara Isi Formulir 1770 S Pada SPT Tahunan Tahun 2016


11. Apakah anda memiliki tanggungan? Jika Ya, Masukkan daftar yang menjadi tanggungan Anda dengan klik tombol tambah. Masukkan nama contoh: masukkan nama anak, nomor induk kependudukannya, hubungan keluarga contoh: anak kandung dan pekerjaan contoh: pelajar.

Cara Isi Formulir 1770 S Pada SPT Tahunan Tahun 2016

Lalu klik tombol simpan. Apabila sudah memasukan seluruh tanggungan Anda klik tombol langkah berikutnya.

12. Apakah Anda memberikan sumbangan keagamaan kepada lembaga yang resmi dan terdaftar menurut Keputusan Menteri Keuangan? Jika Ya, isikan dengan langkap datanya dan jika Tidak klik tombol langkah berikutnya.

Cara Isi Formulir 1770 S Pada SPT Tahunan Tahun 2016

13. Isi status kewajiban perpajakan Suami Istri dengan memilih status perkawinan Anda. Apabila anda sudah berkeluarga klik status perkawinan kawin. Lalu status kewajiban perpajakan suami istri pilih kepala keluarga. Selanjutnya pilih golongan PTKP anda. Apabila anda telah berkeluarga dengan memiliki satu anak kandung maka pilih Kawin/K lalu pilih kolom sebelah kawin/K dengan angka 1. Setelah itu klik tombol langkah berikutnya.
Cara Isi Formulir 1770 S Pada SPT Tahunan Tahun 2016

14. Apakah Anda memiliki pengembalian/pengurangan pajak penghasilan pasal 24 dari penghasilan luar negeri? Jika Tidak, klik langkah berikutnya.
Cara Isi Formulir 1770 S Pada SPT Tahunan Tahun 2016

15. Apakah Anda melakukan pembayaran PPh pasal 25? Apabila tidak memiliki kewajiban  pembayaran PPh pasal 25 klik tombol langkah berikutnya.

Cara Isi Formulir 1770 S Pada SPT Tahunan Tahun 2016
16. Pada langkah ini akan ditampilkan penghitungan pajak penghasilan dan SPT Anda berdasarkan data yang Anda masukkan pada langkah-langkah sebelumnya.  Status SPT akan telihat pada bagian bawah tampilan apakah NIhil, Kurang Bayar atau Lebih Bayar. Periksa kembali data tersebut, apabila sudah sesuai klik tombol langkah berikutnya.
Cara Isi Formulir 1770 S Pada SPT Tahunan Tahun 2016

17. Jika status SPT ANda Kurang Bayar maka akan muncul pertanyaan sudahkah ANda melakukan pembayaran? Jika belum, klik tombol disamping pilihan jawaban belum.
Cara Isi Formulir 1770 S Pada SPT Tahunan Tahun 2016

Anda dapat membuat kode billing melalui layanan e-billing pada website djp online, internet banking BRI, dan SMS ID Billing dengan mengakses *141*500# dan lakukan pembayaran atas pajak yang kurang dibayar pada saluran internet banking, ATM, SMS banking, serta pada teller bank persepsi atau kantor pos.

Jika Anda sudah melakukan pembayaran klik tombol di samping pilihan jawaban Sudah. Berikutnya masukkan NTPN dan tanggal bayar sesuai dengan bukti pembayaran yang Anda miliki.

Apabila anda tidak memiliki kewajiban pph pasal 25 maka klik tombol langkah berikutnya untuk melanjutkan pengisian.

18. Pada langkah ini akan muncul pernyataan: dengan menyadari sepenuhnya dan segala akibatnya termasuk sanksi-sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, saya menyatakan bahwa apa yang telah saya beritahukan di atas adalah benar, lengkap, jelas.

Cara Isi Formulir 1770 S Pada SPT Tahunan Tahun 2016

Lalu klik setuju/agree apabila anda telah memahami pernyataan tersebut. Berikutnya klik tombol langkah berikutnya.

19. Layar akan menampilkan data SPT Anda, untuk mengirimkan SPT klik tombol di sini pada kalimat ambil kode verifikasi untuk meminta kode verifikasi. Berikutnya akan muncul pilihan media untuk pengiriman kode verifikasi,pilih email lalu klik ok.

Cara Isi Formulir 1770 S Pada SPT Tahunan Tahun 2016

Apabila telah muncul notifikasi info token telah dikirim ke email anda, silakan cek email Anda.
Cara Isi Formulir 1770 S Pada SPT Tahunan Tahun 2016
Masukkan kode verifikasi anda yang terdapat pada email ke dalam kolom kode verifikasi lalu klik tombol kirim SPT. Berikutnya akan muncul  notifikasi info SPT anda berhasil dikirim, bukti penerimaan elektronik telah dikirimkan ke email anda.

Cara Isi Formulir 1770 S Pada SPT Tahunan Tahun 2016
Silakan pilih respon anda terhadap layanan ini.

Anda telah selesai melaporkan SPT Tahunan PPh Anda. Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) akan diemail ke email Anda.

Cara Isi Formulir 1770 S Pada SPT Tahunan Tahun 2016

Apabila telah selesai klik tutup. Lalu layar akan menampilkan daftar SPT yang telah anda buat. Untuk informasi lebih lanjut hubungi  1500200, Account Representative di KPP Anda terdaftar.

Demikian panduan Cara Isi Formulir 1770 S Pada SPT Tahunan 2016, semoga bermanfaat.

referensi : pajak.go.id

Mengatasi Error Pada Pelaporan Pajak Online Lewat e-Filling dengan Memahami Arti Kode Error

Mengatasi Error Pada Pelaporan Pajak Online Lewat e-Filling – Seperti yang sudah Kami sampaikan sebelumnya bahwa e-Filing merupakan suatu cara pelaporan SPT Tahunan PPh secara online melalui website Direktorat Jenderal Pajak atau Penyedia Jasa Aplikasi atau Application Service Provider (ASP) yang dapat dilakukan setiap saat karena bersifat real time. Namun layanan pajak online ini hanya melayanipenyampaian SPT Tahunan Orang Pribadi yang menggunakan Formulir 1770 S dan 1770 SS saja. Akan tetapi ketika melakukan pelaporan pajak secara online melalui e-filling ini ada beberapa permasalahan yang dialami oleh beberapa pengguna? Nah dalam artikel ini kami akan membahas Bagaimana cara Mengatasi Error Pada Pelaporan Pajak Online Lewat e-Filling.

Kode Error dalam Pengisian e-Filling

1. Kode Error SO001 NPWP Tidak Ditemukan

Kode Error ini muncul dikarenakan NPWP Tidak Terdaftar di Master File WP atau WebServer Service Master File “Out Of Service”. Solusinya adalah dengan melakukan Registrasi WP atau Menunggu dan mencoba untuk ulangi kembali.

Mengatasi Error Pada Pelaporan Pajak Online Lewat e-Filling dengan Memahami Arti Kode Error

2. Kode Error SO002 Data Pengguna Tidak Ditemukan

Masalah ini muncul karena Wajib Pajak Belum Terdaftar di DJP Online. Solusinya agar segera Registrasi DJP Online.

 

3. Kode Error SO003 Password Tidak Sesuai

Solusinya Ingat-ingat kembali password Anda.

 

4. Kode Error SO004 Pengguna Belum Aktif

Solusinya adalah melakukan Aktivasi melalui link yang dikirim melalui email

 

5. Kode Error SO005 Email Sudah Digunakan

Permsalahan ini terjadi karena Proses login dari User SSE dimigrasikan.
Solusinya adalah Wajib pajak melakukan reset password sekaligus dengan mengubah email

 

6. Kode Error SO006 Kegagalan Autentikasi

7. Kode Error SO007 Invalid Credential

Penyebabnya adalah karena NPWP tidak lengkap atau password tidak diisi.
Solusinya wajib melengkapi isian NPWP (15 digit angka saja) Lengkapi isian password

 

8. Kode Error REG001 NPWP Tidak Terdaftar

Kode error ini muncul karena NPWP Tidak Terdaftar di Master File WP atau WebServer Service Master File “Out Of Service”. Solusinya melakukan Registrasi WP atau Menunggu dan mencoba untuk ulangi kembali

 

9. Kode Error REG002 NPWP Non Efektif

Solusinya harus mengaktifkan kembali NPWP ke KPP

 

10. Kode Error REG003 NPWP DE. NPWP sudah dihapus

11. Kode Error REG005 EFIN Tidak Ditemukan

Kode Error ini muncul karena WP belum memiliki EFIN. Solusinya adalah dengan melakukan registrasi EFIN ke KPP

 

12. Kode Error REG006 EFIN belum diaktivasi

Kode Error REG006 EFIN belum diaktivasi muncul karena EFIN Blast belum diaktifkan. Solusinya harus melakukan Aktivasi EFIN dengan aplikasi EFIN

 

13. Kode Error REG029 Aktivasi Tidak Berhasil

Kode ini muncul karena Kegagalan pendaftaran MPN Biller. Solusinya adalah dengan menginformasikan ke call center 1500200

 

14.Kode Error REG029A Aktivasi Tidak Berhasil

Hal ini terjadi karena kegagalan Membuat Koneksi ke MPN Biller. Solusi: Informasikan ke call center 1500200

Baca : Tutorial pengisian formulir 1770 S SPT Tahunan

Demikian informasi bagaimana cara Mengatasi Error Pada Pelaporan Pajak Online Lewat e-Filling, semoga bermanfaat.

Lapor SPT Tahunan (Pajak) lewat e-Filling Agar Lebih Mudah

Lapor SPT Tahunan (Pajak) lewat e-Filling Agar Lebih Mudah – Dengan semakin berkembangnya teknologi, kini bagi Anda yang ingin melaporkan pajak tidak perlu datang langsung ke kantor pajak, namun cukup melaporkannya secara onlone melalui e-filling. Apa itu e-Filling? e-Filing adalah suatu cara penyampaian SPT Tahunan PPh secara elektronik yang dilakukan secara  online  dan  real time melalui internet pada website Direktorat Jenderal Pajak (http://www.pajak.go.id) atau Penyedia Jasa Aplikasi atau Application Service Provider (ASP).
Baca juga : Cara isi formulir 1770 S SPT Tahunan 2016

Layanan e-Filing melalui website Direktorat Jenderal Pajak hanya melayani penyampaian SPT Tahunan Orang Pribadi yang menggunakan Formulir 1770 S dan 1770 SS.  Layanan e-Filing Direktorat Jenderal Pajak dapat diakses melalui http://efiling.pajak.go.id dan telah terintegrasi dalam layanan DJP Online (http://djponline.pajak.go.id)
Baca juga : Arti Kode Error Saat Mengisi e-Filling

ASP yang telah ditunjuk Direktorat Jenderal Pajak adalah sebagai berikut:

  1.     www.spt.co.id
  2.     www.pajakku.com
  3.     www.eform.bri.co.id
  4.     www.online-pajak.com 

Baca juga : Cara Mendapatkan EFIN Pajak (e-Filling)

Lapor SPT Tahunan (Pajak) lewat e-Filling Agar Lebih Mudah
Lapor SPT Tahunan (Pajak) lewat e-Filling Agar Lebih Mudah

Sementara itu Wali Kota Cimahi Atty Suharti beserta jajaran Muspida dan pejabat Pemkot Cimahi mengisi SPT PPh tahun pajak 2015 menggunakan sistem e-filling, di Aula Gedung A Kompleks Pemkot Cimahi Jalan Rd. Demang Hardjakusumah Kota Cimahi, Selasa (1/3/3016). Dengan sistem tersebut, wajib pajak (WP) dapat menyampaikan SPT Tahunan PPh dimana saja asalkan ada akses internet.

Kegiatan tersebut dilakukan dalam acara Pekan Panutan Penyampaian SPT Tahunan 2015, turut dihadiri Kepala Kanwil DJP Jawa Barat I Yoyok Satiotomo dan Kepala KPP Pratama Cimahi Sugiri Tejanagara.

Walikota Cimahi Atty Suharti mengatakan, pajak adalah salah satu pilar dalam kehidupan bernegara, sebab pembangunan yang dilakukan di bumi pertiwi ini menggunakan modal utama dari pajak “Pemerintah lokal otonom, dalam melaksanakan pembangunan, modal untuk membangun tidak terlepas dari bantuan atau alokasi dari APBN  dan juga mendapatkan alokasi bantuan propinsi, yang secara tidak langsung bantuan dan alokasi tersebut bersumber dari pajak,” ujarnya.

Pengelolaan pajak harus terus ditingkatkan, dengan cara  penggunaan teknologi sebagai kendali dan kesetaraan pelayanan , dan   tata  cara  perpajakan nasional,  pelayanan  yang  lebih terbuka  dan  administrasi  yang  lebih baik. “Hal ini akan mendorong  partispasi  aktif dalam  menunjang  pembiayaan  anggaran pemerintah melalui  sektor  pajak,”  ucapnya.

Atty mengapresiasi penyampaian SPT menggunakan sistem berbasis telematika. “Sehingga penyampaian SPT tahunan melalui E-Filing: mudah, cepat, aman dan dapat dipercaya,” tandas Atty.

Penyampaian SPT Tahunan dalam acara Pekan Panutan ini sejalan dengan Surat Edaran (SE) Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) No. 8/2015 yang mewajibkan aparatur sipil negara (ASN) maupun TNI/Polri mematuhi ketentuan peraturan perpajakan dengan mendaftarkan diri sebagai WP, membayar pajak, serta mengisi dan menyampaikan SPT Tahunan PPh melalui e-filling.

Kepala Kanwil DJP Jawa Barat I Yoyok Satiotomo menyatakan betapa pentingnya peran pajak bagi pembangunan bangsa. “Peran pajak bagi pembangunan daerah adalah berupa transfer ke daerah dalam bentuk Dana Perimbangan,” ujarnya.

Yoyok mengharapkan wajib pajak dapat memanfaatkan berbagai fasilitas layanan dan kemudahan yang telah diberikan oleh pemerintah. “Apabila wajib pajak merasa kurang paham mengenai aturan perpajakan dan tata cara pelaporan, jangan sungkan datang ke kantor pelayanan pajak terdekat,” tuturnya.

referensi 

Cara Mendapatkan EFIN Pajak Tahun 2016

Cara Mendapatkan EFIN Pajak Tahun 2016 – Dengan semakin berkembangnya teknologi sekarang ini berdampak positif di berbagai bidang, termasuk dunia perpajakan. Direktorat Jenderal Pajak mulai tahun ini akan menerbitkan EFIN Pajak atau Electronic Filing Identification Number. EFIN Pajak merupakan nomor identitas yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Pajak kepada wajib pajak untuk melakukan transaksi elektronik di antaranya adalah e-Filing. Gunanya adalah sebagai salah satu alat autentikasi agar setiap transaksi elektronik atau efiling SPT (surat pemberitahuan pajak) dapat dienkripsi sehingga terjamin kerahasiaannya. Bagaimana Cara Mendapatkan EFIN Pajak Tahun 2016? akan kita bahas disini.
Baca : Panduan Cara Isi formulir 1770 S SPT Tahunan
Untuk mendapatkan EFIN Pajak cukup mudah. Apa saja kelebihannya? berikut ini adalah kelebihan dari e-Filling dengan Online Pajak
Cara Mendapatkan EFIN Pajak

Cara Mendapatkan EFIN Pajak

 

Cara mendapatkan EFIN pajak sangat mudah dan bisa langsung diaktivasi oleh wajib pajak badan ataupun wajib pajak pribadi. Berikut ini adalah langkah-langkahnya: 
1. Download Formulir Permohonan EFIN Pajak
Silahkan download formulir permohonan aktivasi EFIN di bawah ini, lengkapi datanya dan tanda tangani:
link download formulir EFIN Pajak : EFIN Pajak
 2. Datang ke KPP

Pengurus yang ditunjuk wajib pajak badan, pimpinan wajib pajak kantor cabang atau wajib pajak pribadi datang ke KPP dengan membawa formulir permohonan aktivasi EFIN yang sudah dilengkapi tersebut dengan menyampaikan alamat email aktif dan membawa dokumen-dokumen berikut:


a. Wajib Pajak Badan

Pengurus yang ditunjuk mewakili badan atau perusahaan mendatangi KPP tempat wajib pajak badan atau perusahaan terdaftar dengan menunjukkan asli dan menyerahkan fotokopi dokumen sebagai berikut:

  1.     Kartu NPWP atau SKT (Surat Keterangan Terdaftar) Wajib Pajak Badan.
  2.     Kartu NPWP atau SKT atas nama pengurus yang bersangkutan.
  3.     Kartu identitas diri pengurus (KTP bagi WNI atau KITAS/KITAP bagi WNA) .
  4.     Surat kuasa atau penunjukan pengurus yang mewakili dari wajib pajak badan.
b. Wajib Pajak Kantor Cabang

Pimpinan kantor cabang sebagai pengurus yang ditunjuk mewakili badan atau perusahaan datang ke KPP tempat wajib pajak kantor cabang terdaftar dengan menunjukkan asli dan menyerahkan fotokopi dokumen sebagai berikut:

  1.     Kartu NPWP atau SKT (Surat Keterangan Terdaftar) Wajib Pajak kantor cabang.
  2.     Kartu NPWP atau SKT atas nama pengurus yang bersangkutan.
  3.     Kartu identitas diri pengurus (KTP bagi WNI atau KITAS/KITAP bagi WNA).
  4.     Surat pengangkatan pimpinan kantor cabang.
  5.     Surat kuasa atau penunjukan pengurus yang mewakili dari wajib pajak badan.
c. Wajib Pajak Pribadi

Wajib pajak pribadi tidak diperkenankan diwakilkan oleh orang lain saat pengajuan aktivasi nomor identifikasi pajak. Wajib pajak pribadi harus datang ke KPP terdekat atau KP2KP (Kantor Pelayan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan) terdekat dengan menunjukkan asli dan menyerahkan fotokopi dokumen sebagai berikut:

  1.     Kartu NPWP atau SKT (Surat Keterangan Terdaftar) Wajib Pajak yang bersangkutan.
  2.     Kartu identitas diri (KTP bagi WNI atau KITAS/KITAP bagi WNA) .

e-FIN akan diaktivasi oleh KPP saat itu juga. Ingat, jaga kerahasiaannya untuk menghindari penggunaan yang tidak sah.
 3. Daftar EFIN di OnlinePajak

Daftar EFIN pajak badan Anda di OnlinePajak, aplikasi resmi yang telah disahkan DJP untuk menyediakan e-SPT/e-Faktur dan e-filing agar Anda dapat melakukan e-filing gratis! Mendaftarkan e-FIN pajak di aplikasi OnlinePajak, berarti perusahaan Anda secara otomatis terdaftar di sistem e-filing DJP. 
Permohonan EFIN Karyawan Secara Berkelompok

Permohonan aktivasi e-FIN bagi wajib pajak pribadi karyawan secara berkelompok atau kolektif dapat dilakukan melalui pemberi kerja ke KPP atau KP2KP terdekat dengan mengajukan surat permohonan aktivasi secara berkelompok di atas dan apabila memenuhi ketentuan berikut:

  1.     Jumlah pegawai yang mengajukan lebih dari 20 orang.
  2.     Nama pegawai yang mengajukan tersebut tercantum dalam SPT PPh Pasal 21.
  3.    Pemberi kerja menyediakan tempat dan sarana pendukung yang dibutuhkan KPP atau KP2KP untuk melakukan aktivasi e-FIN.
  4.     Pegawai yang mengajukan permohonan hadir saat aktivasi e-FIN.   

Sudah punya e-FIN pajak? Daftarkan e-FIN Anda segera di OnlinePajak lalu hitung, setor dan lapor pajak online secara terpadu dalam satu aplikasi. Selain bisa e-filing pajak gratis untuk pajak badan, di akhir bulan Februari 2016 wajib pajak pribadi juga bisa e-filing Surat Pemberitahuan Tahunan di OnlinePajak, gratis! OnlinePajak telah disahkan oleh DJP dengan Surat Keputusan No. KEP-193/PJ/2015.

e-Filing dengan OnlinePajak, gratis dan mudah, tanpa perlu install software atau update apapun. Database bukti e-Filing pajak pun disimpan aman secara online.
Baca juga : Saat Isi Pajak Online Error? Cek Arti Kode Errornya disini

Demikian informasi bagaimana Cara Mendapatkan EFIN Pajak Tahun 2016, semoga bermanfaat.
Baca juga : Cara Aktivasi EFIN Pajak

Mulai 1 Januari 2016 Pajak Dibayar Secara Online Melalui e-Billing

Mulai 1 Januari 2016 Pajak Dibayar Secara Online  – Pajak merupakan kewajiban bagi pribadi atau badan yang sifatnya memaksa berdasarkan undang-undang dengan tidak mendapatkan imbalan baik secara langsung maupun tidak langsung untuk keperluan negara.
Tanggung jawab atas kewajiban pembayaran pajak, sebagai pencerminan kewajiban kenegaran di bidang perpajakan berada pada anggota masyarakat sendiri untuk memenuhi kewajiban tersebut. Hal tersebut sesuai dengan sistem self assessment yang dianut dalam Sistem Perpajakan Indonesia.

Dalam melaksanakan fungsinya Direktorat jenderal pajak wajib melakukan /penyuluhan, pelayanan, dan pengawasan terhadap pajak. Dalam pelaksanaannya diharapkan dapat semaksimal mungkin sehingga dapat memberikan pelayanan yang memuaskan terhadap masyarakat sesuai dengan visi dan misi Ditjen Pajak.
Kaitannya dengan sistem pembayaran pajak tahun 2016, berdasarkan info resmi yang dilansir dari situs pajak, yaitu http://www. pajak.go.id bahwa pembayaran pajak dengan sitem manual/hard copy yang selama ini dilakukan hampir  di seluruh Bank BUMN maupun Swasta juga kantor POS telah berakhir 31 Desember 2015.

Sebagai gantinya mulai 1 Januari 2016 pembayaran pajak dilakukan secara online yang dapat dilakukan melalui E-Billing. Selama masa transisi dari pembayaran pajak sitem manual ke sistem online E-Billing, Bank BUMN seperti Bank Mandiri, BNI, BRI, BTN serta PT POS Indonesia masih menerima pembayaran pajak secara manual sampai dengan 30 Juni 2016.

pembayaran pajak secara online

Agar informasi lebih valid, berikut admin sampaikan keterangan Pers terkait dengan Pemabyaran Pajak Online Melalui E-Billling terhitung sejak 1 Januari 2016.

Sistem pembayaran pajak yang berbasis manual atau hard copy yang selama ini dilayani oleh hampir semua Bank swasta dan Bank BUMN serta Kantor Pos akan berakhir pada 31 Desember 2015. Selanjutnya mulai 1 Januari 2016 pembayaran pajak dilakukan secara online melalui E-Billing.

Untuk mengakomodasi peralihan cara pembayaran pajak dari sistem manual ke sistem online melalui E-Billing, maka bank BUMN yaitu Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia, Bank Rakyat Indonesia, dan Bank Tabungan Negara serta PT Pos Indonesia masih terus melayani pembayaran pajak secara manual hanya sampai tanggal 30 Juni 2016.

Pemberlakuan sistem E-Billing merupakan wujud peningkatan layanan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak bagi Wajib Pajak yang dimaksudkan untuk memberikan kemudahan, kenyamanan dan keamanan dalam membayar pajak. Secara spesifik, manfaat dari E-Billing adalah:

1. memudahkan Wajib Pajak melakukan pembayaran pajak;
2. Pembayaran dapat dilakukan kapanpun (24 jam online) dan dimanapun;
3. menghindari terjadinya kesalahan transaksi seperti transaksi unmatched, dan
4. transaksi terjadi secara real-time sehingga data langsung tercatat di sistem Ditjen Pajak.

Untuk dapat menggunakan sistem E-Billing, Wajib Pajak perlu melakukan pendaftaran terlebih dahulu di alamat http://sse.pajak.go.id dengan memasukkan nomor NPWP dan alamat email.

Selanjutnya, Wajib Pajak tidak lagi menggunakan formulir setoran pajak melainkan mengisi data setoran pajak di alamat http://sse.pajak.go.id. Apabila data pembayaran pajak sudah benar, klik “Terbitkan Kode Billing”. Kode Billing ini digunakan untuk melakukan pembayaran di Teller Bank/Pos Persepsi, ATM reguler, MiniATM, atau internet banking.

Transaksi pembayaran pajak yang sukses akan menerima Bukti Penerimaan Negara yang kedudukannya disamakan dengan Surat Setoran Pajak. Informasi lebih lanjut terkait dengan pemberlakuan sistem pembayaran pajak secara online dapat menghubungi Kring Pajak 1500200 atau Kantor Pelayanan Pajak terdekat.

Informasi resminya dapat dilihat disini :
Mulai 1 Januari 2016, Pajak Dibayar Secara Online

Cara Menggunakan Billing System/ E-Billing Pajak Online

Download Panduan penggunaan E-billing

Demikian informasi terkait diberlakukannya pembayaran pajak secara online melalui e-billing mulai 1 Januari 2016, semoga bermanfaat. Jangan lupa untuk selalu berkunjung ke blog Info Operator Sekolah untuk mendapatkan informasi terbaru seputar dunia pendidikan.

Aplikasi SSP Pajak Terbaru

Aplikasi SSP Pajak Terbaru – Bagi bendahara BOS pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah SSP (Surat Setoran Pajak). SSP merupakan bukti pembayaran pajak yang berupa formulir yang dikirim ke kas negara melalui tempat pembayaran yang telah ditentukan oleh Menteri Keuangan.

Kaitannya dengan Pajak, admin akan membagikan aplikasi untuk mempermudah bendahara BOS dalam pembuatan laporan, yakni Aplikasi SSP Pajak.

Sekedar mengenal lebih jauh tentang SSP pajak. Bentuk dan isi formulir SSP adalah sebagaimana yang ditepkan dalam lampiran I Peraturan Dirjen Pajak Nomor PER-38/PJ/2009 tentang Bentuk Formulir Surat Setoran Pajak.

Formulir SSP dibuat dalam rangkap empat, dengan peruntukan sebagai berikut:
– lembar ke-1: untuk arsip Wajib Pajak (WP);
– lembar ke-2: untuk Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN);
– lembar ke-3: untuk dilaporkan oleh WP ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP);
– lembar ke-4: untuk arsip Kantor Penerima Pembayaran (Bank/Pos Persepsi).

Aplikasi SSP Pajak Terbaru

Ketentuan tentang SSP (Surat Setoran Pajak)

1. Apabila diperlukan, SSP dapat dibuat dalam rangkap lima dengan peruntukan lembar ke-5 untuk arsip Wajib Pungut atau pihak lain sesuai dengan ketentuanperpajakan yang berlaku.

2. Tata cara pengisian formulir SSP dilakukan berdasarkan Petunjuk Pengisian SSP sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran I Peraturan Dirjen Pajak Nomor PER-38/PJ/2009.

3. Pengisian Kode Akun Pajak dan Kode Jenis Setoran dalam formulir SSP dilakukan berdasarkan Tabel Akun Pajak dan Kode Jenis Setoran sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran II Peraturan Dirjen Pajak Nomor PER-38/PJ/2009.

4. Wajib Pajak dapat mengadakan sendiri formulir SSP dengan bentuk dan isi sesuai dengan formulir SSP sebagaimana dimaksud di atas.

5. Satu formulir SSP hanya dapat digunakan untuk pembayaran satu jenis pajak dan untuk satu Masa Pajak atau satu Tahun Pajak/Surat Ketetapan Pajak/Surat Tagihan Pajak dengan menggunakan satu Kode Akun Pajak dan satu Kode Jenis Setoran.

6. Dikecualikan dari ketentuan ini, Wajib Pajak dengan kriteria tertentu sebagaimana dimaksud dalam Penjelasan Pasal 3 ayat (3a) huruf a Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan, dapat membayar Pajak Penghasilan Pasal 25 untuk beberapa Masa Pajak dalam satu SSP. Kriteria WP yang demikian ini diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 182/PMK.03/2007.

Kembali ke topik, Aplikasi SSP pajak ini cukup mudah digunakan karena menggunakan versi dekstop. Untuk mendownloadnya kunjungki link berikut ini :
Download Aplikasi SSP Pajak Terbaru

Jangan lupa untuk membaca panduan ( lengkap di dalam folder).

Demikian share Aplikasi SSP Pajak Terbaru, semoga bermanfaat.