Download Aplikasi Dapodikdasmen Versi 2018.b, Berikut Daftar Perubahannya

Di penghujung bulan Januari tepatnya tanggal 30 Januari 2018, Tim Pengembang aplikasi Dapodik telah resmi merilis aplikasi versi terbaru, yakni Dapodikdasmen Versi 2018.b. Hal ini secara resmi telah dimuat pada halaman dapo.dikdasmen.kemdikbud.go.id.
Pada Aplikasi Dapodikdasmen Versi 2018.b terdapat perubahan yang cukup signifikan dengan penggunaan database versi baru, pembaruan beberapa fitur dan juga penambahan fitur baru, validasi data, serta perbaikan beberapa bugs versi sebelumnya. Pembenahan-pembenahan tersebut sebagai upaya untuk terus meningkatkan kualitas data Dapodik dan juga upaya untuk melakukan sinkronisasi terhadap aturan/regulasi yang berlaku, serta menyelaraskan terhadap prosedur dan mekanisme pemanfaatan data Dapodik untuk berbagai transaksi di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Aplikasi Dapodikdasmen versi 2018.b telah menggunakan database versi baru, maka secara teknis Aplikasi Dapodikdasmen versi sebelumnya (2018.a) tidak dapat langsung di upgrade ke Dapodikdasmen versi 2018.b, akan tetapi harus melakukan install ulang. Oleh karenanya Aplikasi Dapodikdasmen Versi 2018.b hanya dirilis dalam bentuk INSTALLER (tidak ada versi UPDATER).

Aplikasi Dapodikdasmen Versi 2018.b

Anda dapat mendownload Aplikasi Dapodikdasmen Versi 2018.b melalui halaman berikut :

LINK PREFILL

Berikut adalah daftar perubahan pada Aplikasi Dapodikdasmen Versi 2018:

  • [Pembaruan] Penonaktifan untuk perubahan data penugasan GTK, perubahan hanya melalui Dinas Pendidikan (KK-Datadik)
  • [Pembaruan] Penambahan validasi pengecekan kewajaran data pada GTK dengan status penugasan induk di sekolah negeri namun status kepegawaian sebagai GTY
  • [Pembaruan] Penambahan validasi pengecekan kewajaran data pada peserta didik antara tanggal masuk sekolah dengan jenis pendaftaran
  • [Pembaruan] Penonaktifan untuk perubahan data GTK jika status satuan administrasi pangkal (SATMINKAL) ada di sekolah non induk
  • [Pembaruan] Penambahan validasi pada jenjang SMA dan SMK untuk Wakil Kepala Sekolah mengikuti rasio rombel (1:9)
  •  [Pembaruan] Penambahan fitur tampilkan password ketika buat akun GTK
  • [Pembaruan] Penambahan validasi untuk mengecek mata pelajaran yang diajarkan diluar struktur kurikulum yang berlaku
  • [Pembaruan] Pencegahan perubahan tingkat pendidikan, kurikulum dan jurusan pada rombongan belajar jika pembelajaran sudah terisi
  • [Pembaruan] Penambahan kolom lintang dan bujur pada PTK
  • [Pembaruan] Penambahan kolom lintang dan bujur pada Peserta Didik
  • [Pembaruan] Pengaktifan kurikulum 2013 untuk semua jenjang pendidikan
  • [Pembaruan] Perubahan menu utama
  • [Pembaruan] Penambahan pada rombongan belajar untuk mengakomodir sistem Satuan Kredit Semester (SKS)
  • [Pembaruan] Penambahan fitur konfirmasi dan cetak surat mutasi peserta didik
  • [Pembaruan] Penambahan fitur cek informasi terkait profil guru dan tendik
  •  [Pembaruan] Perubahan, penyesuaian dan penyempurnaan struktur database dengan UI pada aplikasi
  • [Pembaruan] Penambahan fitur perubahan kop sekolah
  •  [Perbaikan] Pengaktifan kembali menu nilai
  • [Perbaikan] Perbaikan, penyesuaian dan penyempurnaan fitur penginputan nilai
  •  [Perbaikan] Perbaikan security aplikasi
  • [Perbaikan] Optimalisasi aplikasi
  • [Perbaikan] Perbaikan bugs ketika menambah mata pelajaran untuk jenjang SMA
  • [Perbaikan] Perbaikan pengisian rombel praktik untuk jenjang SMK
Untuk itu kepada segenap Bapak/Ibu Kepala Sekolah untuk segera menugaskan Operator Dapodik untuk melakukan instalasi ke Aplikasi Dapodikdasmen versi 2018.b dan melakukan pemutakhiran data Tahun Ajaran 2017/2018 Semester Genap.

Link Download Aplikasi Dapodik Versi 2018.a (Installer & Updater)

Dengan hadirnya aplikasi Dapodik veri 2018.a diharapkan Operator segera melakukan updating aplikasi, karena terdapat beberapa perubahan-perubahan dan beberapa pembaharuan. Perubahan versi 2018.a ditujukan bagi semua satuan pendidikan dimana meliputi aspek keamanan, kelengkapan referensi KURIKULUM SMK 2013 REVISI, perbaikan bugs dan penambahan rule validasi. Lebih lengkap pelajari log perubahan 2018.a
Link Download Aplikasi Dapodik Versi 2018.a (Installer & Updater)

Download Aplikasi Dapodik Versi 2018.a

1. Link Download Installer Aplikasi Dapodik 2018.a : [Download File]
2. Link Download Updater Aplikasi Dapodik 2018.a : [Download File]
Alternatif Download Updater :
a Anda mengalami kesulitan mengunduh Updater Aplikasi Dapodik versi
2018.a melalui link diatas, silahkan gunakan beberapa link alternatif
berikut:

Daftar Perubahan Aplikasi Dapodik versi 2018.a

Berikut ini merupakan daftar perubahan pada Aplikasi Dapodik 2018.a:
1. [Pembaruan] Penambahan referensi Spektrum PMK 2016 pada jenjang SMK
2. [Pembaruan] Penambahan referensi mata pelajaran pada jenjang SPK
3. [Pembaruan] Penambahan dan pemisahan menu rombongan belajar berdasarkan jenjang (SMA: Reguler, Teori dan Ekstrakurikuler, SMK: Reguler, Praktik dan Ekstrakurikuler)
4. [Pembaruan] Penambahan tabulasi Penyelenggara Pondok Pesantren pada data rincian Sekolah
5. [Pembaruan] Penambahan pemicu secara otomatis perubahan status di kurikulum pada pembelajaran yang semula peminatan dikelompokan menjadi C1, C2 dan C3 untuk kurikulum 2013
6. [Pembaruan] Penambahan fitur rombongan belajar praktik yang wajib berasal dari rombongan belajar utama
7. [Pembaruan] Penambahan validasi untuk mengecek sekolah penyelenggara kurikulum 2013 tapi masih menggunakan kurikulum 2006 (KTSP)
8. [Pembaruan] Penambahan validasi bagi sekolah penyelenggara kurikulum 2013 pada jenjang SMK, untuk kelas X wajib menggunakan Spektrum PMK Tahun 2016
9. [Pembaruan] Penambahan validasi pada jenjang SMK dan SMA, untuk menjaga konsisten antara program pengajaran atau kompetensi keahlian dengan kurikulum yang digunakan
10. [Pembaruan] Penambahan validasi pada jenjang SMK untuk pemecahan rombongan belajar praktik dirasiokan dengan peserta didik yang berada dirombongan belajar utama
11. [Pembaruan] Penambahan validasi pengecekan nama rombongan belajar ganda
12. [Pembaruan] Penambahan validasi pengecekan jika lebih dari 50% peserta didik tinggal di asrama dan belum mengisikan penyelenggarakan Pondok Pesantren
13. [Pembaruan] Penambahan validasi pengecekan peserta didik dan rombongan belajar sesuai dengan Permendikbud 17 Tahun 2017
14. [Pembaruan] Penambahan validasi untuk sekolah penyelenggara Kelas Terbuka yang tidak menginputkan layanan khusus dengan menambahkan jenis sekolah terbuka
15. [Pembaruan] Penambahan validasi pada jenjang SMK bagi guru yang mengajar pada rombongan belajar utama dan rombongan belajar praktik tidak diperbolehkan mengajar mata pelajaran yang sama
16. [Pembaruan] Penambahan validasi pada jenjang SMK untuk akumulasi JJM guru yang mengajar pada rombongan belajar utama dan rombongan belajar praktik tidak diperbolehkan lebih dari jumlah maksimum yang terdapat pada referensi kurikulum
17. [Pembaruan] Penambahan validasi pada jenjang SMK untuk mencegah perbedaan jumlah jam mengajar pada rombongan belajar praktik dengan rombongan belajar induk dan mata pelajaran yang sama
18. [Pembaruan] Penambahan validasi bagi peserta didik yang memilih agama yang sudah dinon aktifkan
19. [Pembaruan] Penambahan aturan JJM pada rombongan belajar praktik yaitu jumlah jam maksimal adalah sisa dari jumlah jam maksimal pada kurikulum dikurangi dengan penggunaan JJM pada rombongan belajar utama
20. [Pembaruan] Penambahan dan pemisahan status dikurikulum pada pembelajaran yang semula peminatan menjadi Dasar Bidang Keahlian (C1), Dasar Program Keahlian (C2), Kompetensi Keahlian (C3)
21. [Pembaruan] Penambahan dan penyesuain UI pada aplikasi untuk memasukan anggota rombel pada rombongan belajar praktiks
22. [Perbaikan] Perubahan tampilan pada menu peserta didik agar memasukan data periodik lebih mudah
23. [Perbaikan] Perubahan validasi akumulasi jam jadwal yang kurang dari jjm pada pembelajaran yang semula invalid menjadi warning
24. [Perbaikan] Perubahan validasi peserta didik tidak wajar yang semula invalid menjadi warning
25. [Perbaikan] Perubahan tampilan warna baris yang semula merah menjadi jingga pada menu jadwal jika ada pembelajaran yang terlewat
26. [Perbaikan] Perubahan tampilan warna baris yang semula merah menjadi jingga pada menu peserta didik jika peserta didik berkebutuhan khusus
27. [Perbaikan] Perubahan tampilan warna baris yang semula merah menjadi jingga pada menu prasarana jika tidak memiliki sarana sesuai standar sarpras
28. [Perbaikan] Perbaikan tampilan pada dashboard untuk PLT Kepala Sekolah
[Perbaikan] Perbaikan tampilan pada saat menambah layanan Program/Kompetensi Keahlian pada jenjang SMK
29. [Perbaikan] Perbaikan tampilan pada saat memilih Program/Kompetensi Keahlian pada menu Rombongan Belajar
30. [Perbaikan] Bugs untuk menampilkan kode untuk grahita ringan (C1) dan grahita sedang (C)
31. [Perbaikan] Bugs untuk menampilkan kode untuk daksa ringan (D) dan daksa sedang (D1)
32. [Perbaikan] Bugs validasi terdeteksi wali kelas non aktif
33. [Perbaikan] Bugs validasi ketika mengecek sarana longitudinal
34. [Perbaikan] Bugs validasi ketika mengecek nama siwa tidak wajar
35. [Perbaikan] Bugs menentukan rombongan belajar ketika export excel peserta didik
36.[Perbaikan] Bugs untuk menampilkan semua tugas tambahan pada tampilan daftar tugas tambahan GTK
37. [Perbaikan] Perbaikan dan penambahan keamanan pada aplikasi
38. [Perbaikan] Perbaikan dalam pemilihan Kepala Sekolah, Principal dan PLT

Berikut Validasi Dapodik untuk Proses Tunjangan Guru TK SD SMP SMA SMK 2017

Penting untuk dipahami oleh rekan-rekan operator sekalian terkait dengan validasi Dapodik untuk Proses Tunjangan Guru Tahun 2017.
Sebagai pemegang data sekolah (dapodik), rekan operator harus melakukan validasi pada aplikasi dapodik, karena salah input artinya berakibat fatal pada data yang terkirim ke server. Jika itu adalah data untuk proses pengambilan Tunjangan Guru bagaimana?
Berikut Validasi Dapodik untuk Proses Tunjangan Guru TK SD SMP SMA SMK 2017
Nah berikut ini adalah Validasi Dapodik untuk Proses Tunjangan Guru TK SD SMP SMA SMK 2017 yang dapat dijadikan acuan oleh rekan-rekan operator sekalian.
Informasi penting mengenai Validasi Dapodik 2017 dapat didownload disini [Download File]

Validasi Dapodik untuk Proses Tunjangan Guru Tahun 2017

Validasi Pengisian Data Individu PTK
– Nama : sesuai dengan ijazah, tanpa gelar. Gelar pada kolom tersendiri.
– Tgl Lahir : sesuai dengan akta kelahiran/Ijazah
– Nama ibu : tanpa gelar (alm/hj./dll)
– Status Kepegawaian harus diisi lengkap.
– Status CPNS/PNS/GTY/GTT
– Sumber gaji : Yayasan/APBD/Sekolah Lembaga Pengangkat No SK harus diisi dengan benar (jika kurang dari 10 digit di tambahkan dengan nama kab/kota) NIP Baru (jika sudah ada)
 
Sekolah Induk
– Centangan Sekolah Induk Harus diisi, jika sekolah tsb adalah sekolah induk/pangkal PTK ybs
– Sekolah Induk hanya diperbolehan satu (1) untuk setiap PTK walau mengajar di beberapa sekolah
– JikaSekolah Induk tidak dicentang atau lebih dari 1 sekolah induk yang dicentang maka data PTK ybs dianggap TIDAK VALID
– Jam mengajar minimal 6 jam pada Sekolah Induk, termasuk Kepala Sekolah.
Tugas Tambahan
Tugas Tambahan yang diakui :
– TK 1 Kepala Sekolah SD 1 Kepala Sekolah
– SMP 1 Kepala Sekolah 3 Wakil Kepala Sekolah maksimum,
dengan perhitung :
1 – 9  Rombel : 1 wakil kepala sekolah
10 – 18 rombel : 2 wakil kepala sekolah
19 –  ~ rombel : 3 wakil kepala sekolah
1 Kepala perpustakaan 1 Kepala Laboratorium

Tugas Tambahan yang diakui :

– SMA 1 Kepala Sekolah 1-3 Wakil Kepala Sekolah 1 Kepala Laboratorium (SARPRAS HARUS SUDAH DI ENTRY DI DAPODIK)
– 1 Kepala Perpustakaan (SARPRAS HARUS SUDAH DI ENTRY DI DAPODIK)
K13 Pembina pramuka ( 2 Jam/minggu)
1-6 rombel : 1 pembina
7-12 rombel : 2 pembina
13-18 rombel : 3 pembina
19- : 4 pembina

Tugas Tambahan yang diakui :

– SMK 1 Kepala Sekolah 1-4 Wakil Kepala Sekolah
– 1 Kepala Lab IPA Berdasarkan sertifikasi pendidik  (Kimia, fisika, Bilogi) Kepala Bengkel sesuai program peminatan 1 Paket 1 bengkel Harus satu  program keahlian SK kepala sekolah diketahui oleh dinas pendidikan- 1 Kepala Perpustakaan  (SARPRAS HARUS SUDAH DI ENTRY DI DAPODIK) Kepala Program Studi Sesuai  program disekolah Latar sertifikasinya sesuai dengan paket keahlian di kelompok progarm tersebut 1 Kepala unit produksi K13 Pembina pramuka ( 2 Jam/minggu)
1-6 rombel : 1 pembina
7-12 rombel : 2 pembina
13-18 rombel : 3 pembina
19- : 4 pembina

– Tanggal Mulai Tugas (TMT) harus diisi dan Valid Tanggal Selesai Tugas (TST) harus diisi jika sudah tidak menjabat No SK Harus diisi dengan benar Tugas Tambahan yang diakui adalah Tugas Tambahan pada Sekolah Induk/pangkal. Jumlah Guru dengan Tugas Tambahan yang sama dalam satu sekolah tidak boleh melebihi ketentuan. Jika Tugas Tambahan tidak valid maka Jumlah Jam Tugas Tambahan tidak diakui (= 0 jam)

Muatan Lokal
– Syarat diakuinya Mata pelajaran Muatan Lokal Muatan Lokal yang diajarkan merupakan Muatan Lokal yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Daerah masing masing melalui Perda/SK Gubernur/Bupati atau Walikota SK tersebut harus diserahkan kepada Dirjen GTK selambat lambatnya tanggal 15 Mei 2017 Nama Mata Pelajaran Mulok harus diisi benar benar sesuai dengan Penulisan Nama Mapel Mulok pada SK Gubernur/ Bupati/Walikota. Contoh : Misal tertulis pada SK : Bahasa Sunda Maka Penulisan pada aplikasi Dapodik harus : Bahasa Sunda. Tidak boleh B. Sunda atau Bhs Sunda- Pengisian pada aplikasi Dapodik Kurikulum KTSP Jam wajib Mulok : 2 jam Jika ada 2 mapel mulok, salah satu harus masuk jam wajib tambahan.

– Kurikulum 2013 Mapel Mulok dapat diisi pada salah satu pelajaran tersebut atau mapel tersendiri (Muatan Lokal) dengan menuliskan Nama Mapel Mulok sesuai dengan SK Gubernur Walikota. Contoh : Nama Matapelajaran : Seni dan Budaya Nama Mulok : Pendidikan Seni dan Budaya Jakarta
Guru BK
Guru BK dimasukkan ke dalam Rombongan Belajar dengan jenis jam : Jam Tambahan/jam Lainnya. Jumlah Siswa dihitung berdasarkan Jumlah Siswa yang terdaftar pada Rombel (jjm Guru BK tidak berpengaruh pada penghitungan) Minimum Siswa yang dibimbing adalah 150 Siswa, dapat membimbing pada sekolah lain. Untuk Guru BK yang memiliki Tugas Tambahan Kepala Sekolah minimum siswa yang dibimbing adalah 40 Untuk Guru BK yang memiliki Tugas Tambahan Wakasek minimum siswa yang dibimbing adalah 80
Validasi Guru BK
Jenis Guru harus diisi ‘Guru BK’ Kode bidang studi sertifikasi harus 810 Jumlah murid yang dibina minimal 150 siswa atau ekuivalen dengan 150 siswa Jika Guru BK membina siswa pada sekolah lain maka ybs harus mendaftarkan juga pada dapodik pada sekolah tsb. Pastikan NUPTK pada kedua sekolah sama dan valid. Jika menambah pada sekolah lain, jumlah minimum di sekolah induk harus sekurang2nya membina 40 siswa
Guru TIK dan Validasinya
Guru TIK pada kurikulum 2013 diperlakukan sama dengan Guru BK Jenis Guru untuk Guru TIK harus diisi ‘Guru TIK’ Jumlah minimum siswa untuk guru TIK sama dengan Guru BK Jika mengajar pada Kurikulum KTSP , maka perhitungan JJM sesuai dengan jumlah jam yang diampu sama seperti mata pelajaran lainnya
Catatan Penting
1. SK Tunjangan Profesi (SKTP) berlaku selama 6 bulan sesuai dengan masa pembelajaran satu semester.
2. SKTP untuk pembayaran periode Januari sd Juni 2016 mengacu pada data dapodik.
3. Guru guru yang telah mendapat SKTP dan dibayarkan tunjangannya untuk Triwulan 1 harus tetap menjaga ke-valid-an datanya sampai akhir semester agar tunjangan Triwulan 2 tetap dibayarkan
Untuk detailnya silahkan download disini [Download File]

Rambu-Rambu Pengisian Mapel untuk SMA KTSP dan Kurikulum 2013

  • Rambu-rambu Pengisian Mapel untuk SMA KTSP
Rambu-rambu Pengisian Mapel untuk SMA KTSP [Download File]
  • Rambu-rambu Pengisian Mapel untuk SMK KTSP
Rambu-rambu Pengisian Mapel untuk SMK KTSP [Download File]
  • Rambu-rambu Pengisian Mapel untuk SMA 2013
Rambu-rambu Pengisian Mapel untuk SMA 2013 [Download File]
  • Rambu-rambu Pengisian Mapel untuk SMK 2013
 Rambu-rambu Pengisian Mapel untuk SMK 2013 [Download File]
  • Cek Inpassing http://sdm.data.kemdikbud.go.id:8080
 
Demikian, semoga Validasi Dapodik untuk Proses Tunjangan Guru TK SD SMP SMA SMK 2017 ini dapat dipahami oleh rekan-rekan sekalian, sehingga data yang terkirim ke pusat benar-benar valid.

Download Installer Aplikasi Dapodik Versi 2018, Operator Harus Tau Daftar Fitur yang Ada..

Download Aplikasi Dapodik Versi 2018 – Pada informasi yang beredar sebelumnya, disebutkan mengenai aplikasi dapodik 2017/2018 (sebut saja 2017d). Namun, melalui halaman dapo.dikdasmen.kemdikbud.go.id secara resmi dirilis aplikasi Dapodik terbaru untuk tahun pelajaran 2017/2018 dengan nama Aplikasi Dapodik Versi 2018.
Pada Aplikasi Dapodikdasmen Versi 2018 terdapat perubahan yang cukup signifikan dengan penggunaan database versi baru, pembaruan beberapa fitur dan juga penambahan fitur baru, validasi data, serta perbaikan beberapa bug versi sebelumnya. Pembenahan-pembenahan tersebut sebagai upaya untuk terus meningkatkan kualitas data Dapodik dan juga upaya untuk melakukan sinkronisasi terhadap aturan/regulasi yang berlaku, serta menyelaraskan terhadap prosedur dan mekanisme pemanfaatan data Dapodik untuk berbagai transaksi di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Download Aplikasi Dapodik 2018 :
Aplikasi Dapodikdasmen versi 2018 telah menggunakan database versi baru, maka secara teknis Aplikasi Dapodikdasmen versi sebelumnya (2017, 2017a, 2017b, 2017c) tidak dapat langsung di upgrade ke Dapodikdasmen versi 2018, akan tetapi harus melakukan install ulang. Oleh karenanya Aplikasi Dapodikdasmen Versi 2018 hanya dirilis dalam bentuk INSTALLER (tidak ada versi UPDATER).

Untuk struktur kurikulum SMK 2013 masih akan dilakukan pembaharuan.

Berikut adalah daftar perubahan pada Aplikasi Dapodikdasmen Versi 2018:
1. [Pembaruan] Penambahan menu Jadwal pembelajaran.
2. [Pembaruan] Penambahan kolom anak ke-berapa pada Peserta Didik.
3. [Pembaruan] Isian secara otomatis untuk sarana yang berada dalam prasarana jenis Ruang Kelas/Teori.
4. [Pembaruan] Penambahan tombol pada blockgrant untuk pemetaan dengan prasarana.
5. [Pembaruan] Penambahan tombol pada blockgrant untuk pemetaan dengan sarana.
6. [Pembaruan] Penambahan tombol pada prasarana untuk pemetaan dengan blockgrant.
7. [Pembaruan] Penambahan tombol pada sarana untuk pemetaan dengan blockgrant.
8. [Pembaruan] Penambahan sheet baru untuk rekap jadwal pada unduhan profil sekolah.
9. [Pembaruan] Penambahan referensi Pengurus Komite Sekolah pada jenis satuan tugas di Kepanitiaan Sekolah.
10. [Pembaruan] Penambahan referensi Kepala Sekolah menjadi tugas utama.
11. [Pembaruan] Penambahan referensi UKG untuk data rincian Nilai/Test pada PTK.
12. [Pembaruan] Penambahan referensi jenis rombel Ekstrakurikuler pada menu Rombongan Belajar .
13. [Pembaruan] Penambahan tabulasi rincian Ekstrakurikuler pada menu Sekolah.
14. [Pembaruan] Perubahan tampilan pada menu Peserta Didik, jika yatim dan atau piatu maka baris data akan berwarna.
15. [Pembaruan] Perubahan tampilan pada halaman registrasi dan login.
16. [Pembaruan] Pemisahan menu antara rombongan belajar reguler dan ekstrakurikuler.
17. [Pembaruan] Penambahan pemicu untuk mengaktifkan kolom nama peserta didik pada saat terdeteksi nama tidak wajar ketika melakukan validasi.
18. [Pembaruan] Penambahan validasi jika terdeteksi guru yang mengajar ganda pada jadwal.
19. [Pembaruan] Penambahan validasi ketika masih ada pembelajaran yang belum dipetakan ke dalam jadwal.
20. [Pembaruan] Penambahan validasi panjang dan lebar pada prasarana.
21. [Pembaruan] Penambahan validasi untuk jumlah sarana.
22. [Pembaruan] Penambahan validasi peserta didik yang belum mempunyai NISN.
23. [Pembaruan] Penambahan dan perbaikan panduan, peraturan dan formulir pada Pusat Unduhan.
24. [Pembaruan] Perubahan deskripsi waktu penyelenggaraan sekolah.
25. [Perbaikan] Perbaikan bugs ketika akan sinkronisasi.
26. [Perbaikan] Perbaikan tanda baca ,(koma) dapat menjadi kata pada nama Peserta Didik dan GTK.
27. [Perbaikan] Perbaikan urutan label Jenis PTK pada form PTK.
28. [Pembaruan] Pengisian data pada no rekening bagi peserta didik pemegang KIP oleh pusat.
29. [Pembaruan] Pengisian data validasi yang ditemukan di pusat.

Untuk itu kepada segenap Bapak/Ibu Kepala Sekolah untuk segera melakukan upgrade ke Aplikasi Dapodikdasmen versi 2018 dan melakukan pemutakhiran data Tahun Ajaran 2017/2018.

sumber : http://dapo.dikdasmen.kemdikbud.go.id/berita/rilis-aplikasi-dapodikdasmen-versi-2018-tahun-pelajaran-2017-2018-semester-1

Formulir Dapodik SD, SMP, SMA, SMK untuk Pengisian Sekolah, Peserta Didik, PTK, Sarpras dan Rombel

Formulir Dapodik SD, SMP, SMA, SMK ini bisa Anda print out kemudian dibagikan kepada yang bersangkutan untuk diisi secara lengkap. Selanjutnya operator sekolah menginputkan data yang tertera di Formulir ke dalam aplikasi Dapodik. Perlu diperhatikan bahwa dalam pengisian data harus benar agar data yang terkirim benar-benar valid, sehingga segala jenis tunjangan guru, BOS, maupun bantuan untuk siswa yang kurang mampu (Pemegang KIP) dapat diterima tanpa adanya permasalahan.
Khususnya untuk kelas 1 baru, Formulir peserta didik dapat diberikan kepada wali kelas atau bahkan wali murid untuk kemudian diisi secara rinci. Sedangkan untuk kelas lainnya Operator hanya perlu melakukan pengecekan bilamana masih terdapat kekeliruan dalam entry data.
Dalam Formulir Dapodik 2016 terdapat beberapa isian :
1. Formulir Sekolah
2. Formulir Peserta Didik
3. Formulir Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK)
4. Formulir Sarpras
5. Formulir Rombel
Formulir Dapodik SD, SMP, SMA, SMK untuk Pengisian Sekolah, Peserta Didik, PTK, Sarpras dan Rombel

Silahkan unduh  Formulir Dapodik SD, SMP, SMA, SMK untuk Pengisian Sekolah, Peserta Didik, PTK, Sarpras dan Rombel di sini :

Unduh juga :

Contoh Surat Permohonan Tambah PTK Baru di Aplikasi Dapodik 2016

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, untuk menambahkan PTK baru pada aplikasi Dapodik 2016 perlu mendapatkan persetujuan dari Dinas. Ini merupakan salah satu fitur baru dari Dapodik terbaru untuk tahun pelajaran 2016/2017. Salah satu fitur lain yang muncul di Dapodik baru adalah adanya isian Sekolah Aman, dimana  SK nya wajib diinputkan dalam aplikasi Dapodik.
Terkait dengan penambahan PTK yang harus mendapat persetujuan dari Dinas, berikut ini ada beberapa persyaratan yang harus dilampirkan dalam pengusulan :
1. Formulir Isian Data PTK Dapodik
2. Fotokopi SK Pengangkatan dari Kepsek/Ketua Yayasan (Bagi PTK Honorer)
3. Fotokopi SK Pembagian Tugas
4. Fotokopi Ijazah/Akta Terakhir
5. Fotokopi KTP
6. Fotokopi Kartu NUPTK (bagi yang sudah memiliki)
7. Surat Permohonan dari Instansi

Contoh Surat Permohonan Tambah PTK Baru di Aplikasi Dapodik 2016

 

Contoh Surat Permohonan Tambah PTK Baru di Aplikasi Dapodik 2016 unduh disini :


Selanjutnya berikut ini adalah cara menambajkan dan memutasikan PTK baru di Dapodik 2016
1. PTK baru mengisi formulit F-PTK secara lengkap sesuai dengan data sebenarnya
2. Membawa berkas-berkas yang diperlukan (SK Mutasi) kemudian datang ke kantor dinas menemui admin dinas dan menyampaikan permintaan
3. Admin Dapodik Dinas login ke aplikasi di website http://dapo.dikdasmen.kemdikbud.go.id
4. Setelah berhasil login, adin dapodik dinas menggunakan fitur tambah PTK baru atau mutasi PTK di web Dapodikdasmen
5. PTK menyampaikan ke Operator Sekolah, selanjutnya agar data masuk/ditarik ke aplikasi Dapodik, OP harus melakukan sinkronisai
6. PTK menyerahkan formulir F-PTK kepada operator sekolah untuk kemudian dientry datanya
7. Terakhir Operator melakukan sinkronisasi jika data sudah benar-benar valid

Baca juga : Petunjuk Pengisian JJM Dapodik 2016

Cara Generate Prefill Aplikasi Dapodik Versi 2016

Cara Generate Prefill Aplikasi Dapodik Versi 2016 ini bisa dijadikan panduan bagi Operator Sekolah yang baru saja diangkat menjadi Ops di sekolahnya masing-masing. Generate prefill merupakan tahapan untuk mengambil database awal sekolah dari server agar dapat diregistrasikan di aplikasi Dapodik secara offline (dalam bentuk file *.prf). Generate prefill merupakan database hasil sinkronisasi terakhir sekolah.
Untuk meningkatkan keamanan dari segi pengguna, saat ini proses generate prefill dapat dilakukan setelah pengguna berhasil login menggunakan username, password, dan kode registrasi Dapodik sekolah yang aktif.
Sebelum masuk ke dalam pembahasan mengenai langkah-langkah melakukan generate ulang prefill, baiknya pengguna mengetahui terlebih dahulu ketentuan-ketentuan umum generate ulang prefill.

 

Berikut ini beberapa ketentuan terkait Generate Ulang Prefill:

1) Generate prefill adalah tahapan untuk mengambil database awal sekolah dari server agar dapat diregistrasikan di aplikasi Dapodik secara offline.
2) Generate prefill merupakan database hasil sinkronisasi terakhir sekolah.
3) Masukkan username, password yang lama dan kode registrasi sesuai di aplikasi Dapodik, Jika lupa username/password silakan hubungi admin dinas kabupaten/kota (KK-DATADIK) untuk dilakukan reset ulang.
4) Untuk sekolah baru, hubungi admin dinas kabupaten/kota (KK-DATADIK) untuk mengaktivasikan username dan password.
5) Saat registrasi di aplikasi, isi username dan password sesuai pada saat unduh prefill.
6) Registrasi awal masuk ke dalam aplikasi dapat dilakukan tanpa harus menggunakan prefill, dengan syarat harus online/terhubung internet.
7) Dinas kabupaten/kota (KK-DATADIK) dapat membantu melakukan generate prefill sekolah di wilayahnya masing-masing untuk membantu sekolah-sekolah dengan keterbatasan infrastruktur (internet, SDM, komputer, listrik, dll) dengan menggunakan akun di laman http://dapo.dikdasmen.kemdikbud.go.id
8) Jangan lakukan registrasi dengan menggunakan prefill kadaluarsa (lama). Jika ingin pindah ke komputer lain lakukan siklus “sinkronisasi > generate prefill ulang”. (untuk mencegah duplikasi data)
9) Kode registrasi, username dan password dapat di-reset oleh admin dinas kabupaten/kota (KK-DATADIK) jika diperlukan (terjadi pergantian operator).

Cara Generate Prefill Aplikasi Dapodik Versi 2016

1) Jalankan peramban web (Google Chrome atau Mozilla Firefox), lalu ketikkan http://dapo.dikdasmen.kemdikbud.go.id/unduhan#prefill di address bar.
2) Pilih jenjang yang sesuai.
3) Masukkan username, password, dan kode registrasi
Username dan password yang digunakan untuk mengunduh prefill adalah yang terdaftar terakhir dan tersimpan di server Pusat. Jika terdapat ketidaksesuaian data ketika melakukan proses generate prefill, lakukan konfirmasi dengan operator Dapodik di dinas kabupaten/kota (KK-DATADIK).
– Dinas kabupaten/kota dapat membantu melakukan generate ulang prefill sekolah di wilayahnya masing-masing untuk membantu sekolah-sekolah dengan keterbatasan infrastruktur (internet, SD, komputer, listrik, dll) dengan menggunakan akun khusus dinas kabupaten/kota di laman http://dapo.dikdasmen.kemdikbud.go.id
1) Setelah berhasil memasukkan username, password, dan kode registrasi, klik “Generate”. Tunggu proses generate selesai.
2) Setelah proses generate prefill selesai, selanjutnya akan tampil jendela seperti pada gambar.
Cara Generate Prefill Aplikasi Dapodik Versi 2016

 

3) Klik “Download” dan simpan prefill tersebut di drive C: dengan nama folder “prefill_dapodik”.
Sekian tutorial bagaimana Cara Generate Prefill Aplikasi Dapodik Versi 2016, semoga bermanfaat.

Petunjuk Pengisian JJM Dapodik 2016 Pada Kurikulum 2013 dan KTSP

Petunjuk Pengisian JJM Dapodik 2016 Pada Kurikulum 2013 dan KTSP ini perlu kiranya dijadikan sebagai acuan dalam pengisian jumlah jam mengajar guru kelas ataupun guru mapel. Hal yang paling kentara adalah perbedaan jumlah jam mengajar pada kurikulum 2013 dan KTSP, sebagai contoh pada guru Agama pada kurikulum 2013, dimana jumlah jam setiap pertemuan adalah 4 jam pelajaran. 
Demikian juga pada lampiran SK Pembagian Tugas mengajar yang dibuat tiap semester. Dalam lampiran SK Pembagian tugas mengajar harus tertera jumlah jam mengajar guru, baik guru kelas ataupun guru mapel. Jumlah jam mengajar (JJM) tersebut biasanya diakumulasikan menjadi perminggu, sehingga tiap minggu tiap guru kelas akan mendapatkan sekian jumlah jam pelajaran.  Jadi, secara mudahnya, antara jumlah jam yang diinputkan dalam aplikasi Dapodik harus sama dengan jumlah jam yang tertera pada SK Pembagian Tugas Mengajar.
Agar lebih jelas mari simak ulasan Petunjuk Pengisian JJM pada Dapodik 2016 Kurikulum 2013 dan KTSP berikut ini.

Petunjuk Pengisian JJM Dapodik 2016 Pada Kurikulum 2013 dan KTSP

Petunjuk Pengisian JJM Dapodik 2016 untuk Kurikulum 2013 (SD)

  • Kelas rendah (30-34 jam)
  • Kelas Tinggi (36 jam)
  • Agama : 4 Jam
  • PKn : 6 Jam
  • Bahasa Indonesia : 10 jam
  • Matematika : 6 Jam
  • Seni, Budaya dan Keterampilan (termasuk Mulok) : 6 Jam
  • PJOK (termasuk mulok) : 4 jam
Pembagian Jam Mengajar
  • Guru Agama : 4 Jam
  • PJOK : 4 Jam
  • Guru Kelas : 24 – 28 Jam (semua pelajaran secara tematik kecuali PJOK dan Agama)
  • Jika Muatan Lokal diajar oleh Guru tersendiri, maka dapat mengambil tambahan 2 Jam (khusus Muatan Lokal)
Catatan :
Apabila Kepala Sekolah mengajar 2 jam pelajaran, maka dapat
mengambil salah satu sub tema pelajaran guru kelas (dengan catatan kode
sertifikasi = 027)
Kesalahan :
Mata pelajaran Wajib yang JJM Totalnya melebih standar kurikulum maka akan menjadi Tidak Normal
Sebagai Contoh :
Team Teaching : Guru Kelas menjadi tidak normal
2 guru PJOK Masing masing 3 Jam (Total 6 jam) : PJOK menjadi tidak Normal karena JJM Kurikulum PJOK : 4 Jam
Ketidaknormalan suatu mapel tidak mempengaruhi mapel lain.
Mata pelajaran Wajib Tambahan jika melebihi 4 jam maka keseluruhan JJM Tambahan menjadi tidak normal.
Contoh Jam Wajib Tambahan :
– Guru Kelas menambahkan 2 Jam
– Muatan Lokal Bahasa Daerah menambahkan 2 Jam
– Muatan Lokal Potensi Daerah menambahkan 2 Jam
Total JJM Wajib tambahan adalah 6 jam, sehingga ketiga mapel tambahan menjadi tidak normal
Jam Wajib 32 jam tidak terpengaruh oleh ketidaknormalan JJM Tambahan

Petunjuk Pengisian JJM Dapodik 2016 untuk Kurikulum KTSP (SD)


Kelas Rendah
  • Kelas 1 : 26 Jam
  • Kelas 2 : 27 Jam
  • Kelas 3 : 28 Jam
Kelas Tinggi Total (32 Jam)

Guru Kelas mengajar 25 Jam :
  • PKn (2 jam)
  • Bahasa Indonesia (5 jam)
  • Matematika (5 jam)
  • Ilmu Pengetahuan Alam (4 jam)
  • Ilmu Pengetahuan Sosial (3 jam)
  • Seni Budaya dan Keterampilan (4 jam)
  • Muatan Lokal (2 jam)
  • Guru Agama (3 Jam)
  • Guru PJOK (4 Jam)
  • Diperbolehkan Menambahkan 4 Jam pelajaran apa saja sesuai kebutuhan peserta didik.
  • Karena
    Kepala Sekolah harus mengajar 6 jam, maka Kepala Sekolah bisa
    memanfaatkan 4 jam wajib tambahan tanpa mengurangi JJM Guru Kelas.
  • Jika muatan Lokal Jika Muatan Lokal diajar oleh Guru tersendiri, maka muatan lokal juga memanfaatkan 4 jam tambahan agar tidak mengurangi JJM guru Kelas.

Untuk petunjuk penginstalan serta panduan lain seputar Dapodik 2016, Bapak/Ibu dapat mengunduhnya disini :

Info lain cek di gurusd.net

    Peran dan Tanggung Jawab Kepala Sekolah, Guru serta Operator Sekolah pada Pendataan Dapodik 2016

    Pendataan Dapodik tahun 2016 bisa dikatakan hampir sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Hanya saja pada tahun 2016 ini terdapat pembaruan-pembaruan aplikasi sehingga kekurangan-kekurangan dari aplikasi sebelumnya dapat diperbaiki. Peran serta tanggung jawab semua elemen sekolah dari Kepala Sekolah, Guru, Tenaga Kependidikan, Operator sekolah serta Peserta Didik sangat diperlukan dalam pendataan dapodik ini. 
    Berikut ini penjabaran Peran dan Tanggung Jawab Kepala Sekolah, Guru serta Operator Sekolah pada Pendataan Dapodik 2016
    1. Peran Kepala Sekolah yaitu sebagai penanggung jawab data di sekolah, membagi tugas guru untuk mengajar di setiap rombongan belajar (rombel), mengawasi operator sekolah dalam pengisian aplikasi Dapodik di sekolahnya masing-masing.

    2. Peran PTK yaitu di samping sebagai pengajar dan pelaksana, juga bertugas untuk mengisi formulir individual PTK dan memeriksa kebenaran dan kelengkapan data individu yang diisikan oleh operator ke dalam aplikasi Dapodik.
    Peran dan Tanggung Jawab Kepala Sekolah, Guru serta Operator Sekolah pada Pendataan Dapodik 2016
    3. Peran Wali kelas yaitu mengkoordinasikan pengumpulan data peserta didik sesuai dengan kelas yang diampunya.

    4. Peran Peserta Didik yaitu mengisi formulir Peserta Didik yang selanjutnya formulir tersebut diserahkan kepada orang tua untuk diisi secara lengkap.

    5. Peran Operator Sekolah yaitu:
    – Mendistribusikan formulir pendataan kepada Sekolah, PTK, dan Peserta Didik dalam rangka mendapatkan data untuk diisikan ke dalam aplikasi.
    – Mengisi aplikasi Dapodik sesuai dengan formulir pendataan yang telah terisi.
    – Mengirim data ke server Pusat melalui Aplikasi Dapodik
    Sekian share Peran dan Tanggung Jawab Kepala Sekolah, Guru serta Operator Sekolah pada Pendataan Dapodik 2016, semoga bermanfaat.

    Tanya Jawab Seputar Aplikasi Dapodik Versi 2016 Bag. 6 (FAQ Dapodik 2016)

    Tanya Jawab Seputar Aplikasi Dapodik Versi 2016 Bag. 6 (FAQ Dapodik 2016) ini akan membahas seputar Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK), Rombel, Program Indonesia Pintar (PIP), serta rule validadi. 
    M. Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK)

    117. Bagaimana jika PTK tersebut keluar atau mutasi dari sekolah induk?
    Untuk PTK yang keluar/mutasi dari sekolah induk tidak boleh langsung dihapus, akan tetapi PTK tersebut harus diubah di penugasannya. Di sana terdapat beberapa pilihan di antaranya: PTK keluar karena mutasi, pensiun, wafat, dll. Isi pula tanggal keluar atau mutasinya.

    118. Bagaimana mekanisme jika ada kesalahan penulisan Nama, tanggal Lahir, NUPTK pada data PTK?
    Untuk memperbaiki kesalahan entri melalui vervalptk.data.kemdikbud.go.id dan login menggunakan akun yang sudah registrasi di sdm.data.kemdikbud.go.id.

    119. Apakah pengisian data rinci harus per bulan atau per semester?
    Setiap data rinci itu diisi bila ada perubahan, baik itu per bulan ataupun per semester, disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan. Terdapat di tabel Action Menu, bisa dipilih lanjutkan data periodik untuk mempermudah pengerjaan.
    Tanya Jawab Seputar Aplikasi Dapodik Versi 2016 Bag. 6 (FAQ Dapodik 2016)

    120. Mengapa data info GTK saya tidak bisa dicek?
    Karena ada perbedaan data Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK), nama PTK, dan tanggal lahir yang dientri di Aplikasi Dapodik dengan database Pusat.
    121. Kenapa ketika mengecek data PTK di info GTK data sekolah induk tidak ditemukan?
    Ada dua kemungkinan. Pertama, PTK tersebut terdaftar sebagai PTK induk di dua sekolah. Kedua, PTK tersebut tidak dipilih sekolah induknya.

    122. Mengapa masa kerja golongan atau pangkat PTK tidak sesuai dengan yang dientrikan?
    Masa kerja golongan atau pangkat diambil dari tabel riwayat pangkat dan golongan pada Tanggal Mulai Tugas (TMT) golongan atau pangkat. Bila TMT Golongan lebih muda dari Pangkat, maka Masa Kerja Golongan yang diambil. Akan tetapi bila TMT Pangkat lebih muda, maka Masa Kerja Golongan yang diambil.
    123. kenapa pada saat ubah PTK dan Save tidak berhasil muncul keterangan “field masih ada yang merah’’?
    ini biasanya terjadi pada sekolah swasta, ganti status pegawaian menjadi PNS dan cek kembali pada isiannya seperti NIP, SK CPNS, SK PNS jika masih ada yang merah dihapus, setelah itu pilih kembali ke status pegawainnya yang asli seperti GTY.

    124. Apakah PTK harus di-mapping ulang di dalam tabel Rombel?
    PTK harus dimapping kembali didalam rombel karena dipembelajaran untuk semester yang sekarang kosong kembali

    125. Jika ada PTK yg mutasi (pindah sekolah atau baru), bagaimana mekanismenya?
    Silakan diinputkan sesuaikan dengan surat mutasi atau pindahnya.
    N. Rombel

    126. Bagaimana cara membuat rombongan belajar (Rombel)?
    Sama seperti tahun sebelumnya. Namun jika Rombel tersebut berlanjut ke tingkat selanjutnya, gunakan fasilitas kenaikan kelas dengan asumsi siswa tetap, tidak di acak atau random. Namun jika diacak kembali, maka buatlah Rombel baru seperti prosedur awal.

    127. Kurikulum apa saja yang dipilih?
    Sesuai dengan ketentuan dari puspurdik sekolah yang terdaftar sebagai pengguna kurikulum 2013 bisa tetap menggunakan kurikulum tersebut, tapi bila tidak terdaftar sekolah harus menggunakan kurikulum KTSP.
    128. Bagaimana cara pengaturan Jumlah Jam Mengajar (JJM) di dalam Rombel?

    Ikuti peraturan pada pengaturan jam sesuai dengan peraturan menteri tentang kurikulum dan pelajari modul validasi pengisian data PTK dari Direktorat GTK (Guru dan Tenaga Kependidikan)

    129. Kenapa isian Rombel di tabel peserta didik tidak bisa diedit?
    Untuk mengedit isian Rombel pada tabel peserta didik, lakukan registrasi terlebih dahulu bila peserta didiknya belum diregistrasi. Setelah itu klik tabel rombongan belajar, pilih kelas, lalu klik anggota Rombel. Kemudian pilih nama dan mapping ke Rombel ya. Setelah itu lakukan refresh dengan cara menekan tombol ctrl+f5.

    130. Apakah Rombel harus dihapus untuk mengubah KTSP 2006 ke Kurikulum 2013, begitu juga sebaliknya?
    Tidak. Cukup dengan mengganti kurikulumnya saja dan mengedit kembali
    pembagian PTK Mengajar sesuai dengan struktur kurikulum yang digunakan.
    131. Bagaimana langkah mengganti kurikulum agar tidak perlu menghapus Rombelnya?
    – Silakan pilih Rombelnya, ganti kurikulum yang sesuai dengan mengklik kolom kurikulum. Setelah diganti, klik simpan.
    – Refresh atau tekan CTRL + F5.
    – Klik Rombelnya, lalu klik pembelajaran .
    – Setelah muncul pembelajarannya, silakan edit sesuai dengan struktur kurikulum yang digunakan baik itu KTSP atau Kurikulum 2013 lalu klik simpan.
    – Jika Kurikulum 2013 SMP diganti ke KTSP SMP, selain mengganti pembagian jam mengajar juga harus menghapus mata pelajaran prakarya.
    – Jika KTSP SMP diganti ke Kurikulum 2013 SMP (sekolah terpilih Kurikulum 2013 SMP), hapus mata pelajaran TIK.
    O. Program Indonesia Pintar (PIP)

    132. Jika siswa mendapatkan kiriman kartu KIP, apa yang harus dilakukan?
    Inputkan nomor kartu KIP didalam aplikasi Dapodik lalu sinkronkan ke server. Direktorat Pembinaan SD/SMP/SMA/SMK akan melakukan verifikasi dan menerbitkan SK kepada siswa yang menerima selanjutnya pihak bank yang ditunjuk akan melakukan pencairan dana PIP sesuai dengan SK yang diterbitkan.

    133. Di aplikasi Dapodik mendapat kiriman nomor KIP secara otomatis dari server pusat, sedangkan no. KIP tersebut berbeda dengan kertu yang diterima. Apa yg harus dilakukan?
    Ganti isian nomor KIP di aplikasi dapodik dari pusat dengan nomor KIP sesuai dengan kartu yang diterima.

    134. Jika nama yang tertera di KIP berbeda dengan nama yang sebenarnya, apa yang harus dilakukan?
    Isi di kolom isian “nama yang tertera di kartu” di tabel peserta didik, untuk diprogramkan cetak ulang kartu.

    135. Semula isian nomor KIP bergabung dengan isian di kolom KPS/PKH/KKS. Apa yang harus dilakukan?
    Secara sistem nomor KIP yang bergabung di kolom KPS/PKH/KKS akan dimigrasikan secara otomatis ke kolom nomor KIP, namun jika masih ditemukan belum berpindah maka pindahkan nomor isian tersebut ke kolom nomor KIP.

    136. Jika siswa mendapat kiriman kartu KIP namun menolak dengan alasan tertentu, apa yang harus dilakukan?
    Isi alasan menolak KIP di aplikasi Dapodik pada tabel peserta didik dengan memilih alasannya (menolak, sudah mampu, dilarang pemda karena mendapat bantuan serupa).
    137. Jika ada anak miskin tidak memiliki kartu KIP/PKH/KKS/K
    PS namun ingin diusulkan mendapat bantuan dana PIP, apa yang harus dilakukan?
    Isi kolom layak PIP sesuai dengan kriterianya di aplikasi Dapodik.
    138. Untuk memeriksa hasil inputan terkait PIP, apa yang harus dilakukan?
    Manfaatkan fasilitas export yang tersedia di tabel peserta didik. Periksa kembali isian nomor KIP dan kelayakan PIP.
    Rule Validasi
    RULE Validasi

    139. Nama Peserta Didik Kosong atau tanpa hurup vocal
    – Cek kembali nama Peserta didik di tabel utama pada aplikasi dapodik bila ditemukan nama yang tidak sesuai lakukan editing data
    – Setelah selesai lakukan sinkronisasi agar data di server berubah.

    140. Nama Peserta Didik dengan tanda baca atau symbol
    – Cek kembali nama Peserta didik di tabel utama pada aplikasi dapodik bila ditemukan nama yang ada tanda baca atau simbolnya lakukan editing data
    – Setelah selesai lakukan sinkronisasi agar data di server berubah.

    141. Belum pernah sinkron
    – Sekolah belum pernah melakukan sinkronisasi atau pengiriman data ke server, sehingga data deserver kosong.

    142. Belum sinkron 20142
    – Login ke aplikasi dapodik pilih periode Genap 2014/2015 cek kembali data-datanya klik validasi dan lakukan sinkronisasi.

    143. Sinkron terakhir = 20132
    – Sekolah terkahir melakukan sinkronisasi pada periode genap 2013/2014, lakukan updateing aplikasi dapodik, cek datanya dan lakukan sinkronisasi agar validasinya hilang.
    144. Sinkron terakhir < 20132
    – Sekolah terkahir melakukan sinkronisasi pada periode ganjil 2013/2014, lakukan updateing aplikasi dapodik, cek datanya dan lakukan sinkronisasi agar validasinya hilang.

    145. Rombel tanpa wali kelas
    – Login ke aplikasi dapodik klik rombongan belajar cek setiap rombel bila ditemukan rombel tanpa wali kelas silahkan edit, setelah selesai sinkronkan datanya.
     146. Bukan pelaksana Kurikulum 2013 – pilihan kurikulum salah
    – Sekolah bukan merupakan pelaksana kurikulum 2013 akan tetap memilih kurikul 2013, maka sekolah harus mengubah kurikulum yang digunakan pada aplikasi dapodik dengan mengubahnya ke Kurkulum KTSP.

    147. Status honor mengisi pangkat dan golongan
    – Masuk ke aplikasi dapodik pilih tabel PTK, pilih PTK honorer yang terdeteksi memiliki pangkat dan golongan klik ubah cek di tabel Riwayat Kepangkatan bila terisi silahkan hapus datanya.
    – Lakukan sinkronisasi agar data perubahannya terkirim ke server dapodikas.

    148. PNS pangkat dan golongan kosong
    – Masuk ke aplikasi dapodik pilih tabel PTK, pilih PTK PNS yang terdeteksi pangkat dan golongan kosong klik ubah cek di tabel Riwayat Kepangkatannya lengkapi data kepangkatannya sesuai dengan SK Kepangkatan yang dimiliki oleh PTK tersebut.
    – Lakukan sinkronisasi agar data perubahannya terkirim ke server dapodikas.

    149. PNS NIP kosong
    – Masuk ke aplikasi dapodik pilih tabel PTK, pilih PTK PNS yang terdeteksi NIP kosong klik ubah cek data PTK pada kepegawaian lalu cek NIP nya lengkapi data NIP sesuai dengan data yang dimiliki oleh PTK tersebut.
    – Lakukan sinkronisasi agar data perubahannya terkirim ke server dapodikas.
    150. Nama PTK Kosong atau tanpa hurup vocal
    – Cek kembali nama PTK di tabel utama pada aplikasi dapodik bila ditemukan nama yang tidak sesuai lakukan editing data
    – Setelah selesai lakukan sinkronisasi agar data di server dapodik berubah.

    151. Nama PTK dengan tanda baca atau symbol
    – Cek kembali nama PTK di tabel utama pada aplikasi dapodik bila ditemukan nama yang ada tanda baca atau simbolnya lakukan editing data
    – Setelah selesai lakukan sinkronisasi agar data di server dapodik berubah.

    152. Usia PTK tidak wajar
    – Masuk ke aplikasi dapodik pilih tabel PTK, pilih PTK yang terdeteksi memiliki usia tidak wajar, klik ubah cek data PTK pada data tanggal lahirnya ubah tanggal lahirnya diaplikasi dapodik lengkapi datanya sesuai dengan data yang dimiliki oleh PTK tersebut.
    – Lakukan sinkronisasi agar data perubahannya terkirim ke server dapodikas.
    153. Kepsek belum dipilih
    – Bila pada beranda aplikasi dapodik terdeteksi Kepsek belum dipilih maka cek ditabel PTK klik nama PTK yang menjabat sebagai kepala sekolah lalu cek tugas tambahan ptk tersebut bila masih kosong silahkan isi sesuai dengan sk kepala sekolahnya.
    – Bila tugas tambahan sudah terisi tapi masih tervalidasi cek diisi table tugas tambahan pada kolom ‘TST’ bila terisi artinya terhitung selesai tugas berarti sudah tidak menjabat sebagai kepala sekolah maka hapus TST tersebut setelah itu refresh / tekan ctrl+f5 lalu cek dibranda ya.

    154. Kepsek Ganda
    – Bila pada beranda aplikasi dapodik terdeteksi Kepsek terhitung lebih dari 1 berarti terdapat 2 PTK yang memiliki tugas tambahan sebagai kepala sekolah, untuk menghilangkannya buka tabel PTK klik nama PTK yang sudah tidak menjabat kembali sebagai Kepala sekolah, klik ubah cek di data priodik lalu klik tugas tambahan klik TST Tugas tambahan dan isi setelah itu setelah itu refresh / tekan ctrl+f5 Setelah diperbaiki silahkan sinkronisasi agar data yang telah dirubah dapat turun ke aplikasi.
    155. Jumlah Kepala Lab lebih dari yang telah ditentukan
    – Bila sekolah terdeteksi Jumlah Kepala Lab lebih dari yang telah ditentukan berarti terdapat lebih dari 1 PTK yang memiliki tugas tambahan sebagai kepala Lab, untuk menghilangkannya buka tabel PTK klik nama PTK yang sudah tidak menjabat kembali sebagai Kepala Lab, klik ubah cek di data priodik lalu klik tugas tambahan klik TST Tugas tambahan dan isi setelah itu setelah itu refresh / tekan ctrl+f5. Setelah diperbaiki silahkan sinkronisasi agar data yang telah dirubah dapat turun ke aplikasi.

    156. Jumlah Kepala perpus lebih dari yang telah ditentukan
    – Bila sekolah terdeteksi Jumlah Kepala Perpustakaan lebih dari yang telah ditentukan berarti terdapat lebih dari 1 PTK yang memiliki tugas tambahan sebagai kepala Perpustakaan, untuk menghilangkannya buka tabel PTK klik nama PTK yang sudah tidak menjabat kembali sebagai Kepala Perpustakaan, klik ubah cek di data priodik lalu klik tugas tambahan klik TST Tugas tambahan dan isi setelah itu setelah itu refresh / tekan ctrl+f5. Setelah diperbaiki silahkan sinkronisasi agar data yang telah dirubah dapat turun ke aplikasi
    157. Nama sekolah sama disatu kecamatan
    – Berarti ada lebih dari 1 nama sekolah yang sama maka untuk merubahnya hubungi dinas kab/kota setempat atau menghubungi cs pusat agar dirubah sesuai dengan kondisi disekolah. Setelah diperbaiki silahkan sinkronisasi agar data yang telah dirubah dapat turun ke aplikasi.

    158. Bentuk pendidikan salah
    – Bila terdeteksi bentuk pendidikan salah hubungi dinas kab/kota setempat atau menghubungi cs pusat agar dirubah sesuai dengan kondisi disekolah. Setelah diperbaiki silahkan sinkronisasi agar data yang telah dirubah dapat turun ke aplikasi.

    159. NPSN ganda
    – Bila NPSN terdeteksi ganda berarti dalam 1 kecamatan ada 2 sekolah memakai NPSN yang sama maka segera hubungi dinas kab/kota untuk diperbaiki setelah itu lakukan sync untuk data perubahannya.

    160. Status sekolah salah
    – Bila terdeteksi status sekolah salah hubungi dinas kab/kota setempat atau menghubungi cs pusat agar dirubah sesuai dengan kondisi disekolah. Setelah diperbaiki silahkan sinkronisasi agar data yang telah dirubah dapat turun ke aplikasi.

    161. Indikasi sekolah tutup atau merger
    – Bila sekolah terdeteksi tutup atau merger tapi dilapangan masih aktif segera hubungi dinas kab/kota setempat atau menghubungi cs pusat agar dirubah sesuai dengan kondisi disekolah.
    162. Nomor rekening BOS kosong
    – Login ke Aplikasi dapodik cek ditabel sekolah apakah sudah terisi atau belum nomor rekeningnya, bila sudah diperbaiki dan disinkronkan tapi hasilnya diaplikasi masih belum terisi maka lakukan langkah berikut
    – Lakukan generate ulang prefill yang baru, registrasikan dengan prefill baru tersebut dengan username dan password berbeda atau sama (tidak masalah);
    – Lalu cek kembali ditabel sekolahnya dan diisi nomor rekening BOS nya.
    163. Rombel ganda (Tingkat dan Nama rombel sama)
    – Lakukan generate ulang prefill yang baru, registrasikan dengan prefill baru tersebut dengan username dan password berbeda atau sama (tidak masalah);
    – Periksa Rombel, maka akan tampak Rombel yang berganda tersebut;
    – Keluarkan anggota Rombel, hapus pembelajaran, kemudian Rombel dapat dihapus. 
    Unduh Tanya Jawab Seputar Aplikasi Dapodik Versi 2016  (FAQ Dapodik 2016) versi full disini