Latih Kemampuan Membaca Anak Sejak Dini

Posted on
Jakarta – Kemampuan
membaca dan matematika siswa di Indonesia masih rendah. Hal itu
diungkapkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan
berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan The Program for International
Student Assessment (PISA), terhadap kemampuan membaca, dan matematika
siswa. Untuk meningkatkan minat dan kemampuan membaca, ada beberapa hal
yang bisa dilakukan para orang tua sejak anak masih berusia dini.
Menanggapi hasil evaluasi PISA tersebut, Plt.
Dirjen PAUDNI Kemendikbud, Taufik Hanafi mengatakan minat dan
keterampilan membaca bisa dilatih sejak anak masih berusia dini. “Tapi
jangan diterjemahkan bahwa anak sejak dini wajib bisa calistung, atau
membaca, menulis dan berhitung,” tegasnya usai peluncuran buku
“Education in Indonesia: Rising to The Challenge di Jakarta, Rabu
(25/03/2015).
Perkembangan otak anak paling pesat, tutur Taufik,
terjadi saat anak berusia 0-6 tahun, yaitu sebesar 50 persen. Sedangkan
saat anak berusia delapan tahun perkembangan otaknya sebesar 80 persen.
Ia mengatakan, untuk meningkatkan keterampilan membaca anak, dapat
menggunakan tiga instrumen pembelajaran yang sesuai bagi anak usia dini.
Pertama, melalui instrumen permainan. “Kita harus
menstimulasi perkembangan termasuk dengan minat baca, dan untuk anak itu
dilakukan dengan proses bermain. Misalnya dengan mengenalkan huruf
sambil bermain,” katanya.
wimaogawa.blogspot.com
Kedua, melalui nyanyian. Taufik mengungkapkan
minat membaca pada anak bisa dilakukan dengan bernyanyi, sehingga guru
PAUD yang mengajar juga harus bisa bernyanyi, begitu juga dengan orang
tua di rumah. Ketiga, dengan mendongeng. “Mendongeng itu sangat
menstimulasi anak untuk ingin membaca karena dengan membaca dia bisa
mendongeng untuk orang lain,” ujarnya.
PISA merupakan evaluasi tingkat internasional yang
dilakukan oleh Organisation for Economic Cooperation and Develpoment
(OECD). Setiap tiga tahun OECD melakukan evaluasi terhadap siswa berusia
15 tahun untuk kemampuan membaca serta mata pelajaran matematika dan
IPA di negara-negara anggota OECD. Sebanyak lebih dari 50 persen anak
Indonesia berusia di atas 15 tahun tidak menguasai keterampilan membaca
dan matematika dasar.

“Sejauh ini kita masih melihat isu pendidikan yang
menarik adalah seputar ujian nasional dan kurikulum, padahal ada hal
lain lebih penting seperti kemampuan membaca dan menulis,” ujar
Mendikbud di kesempatan yang sama.

(sumber : kemdikbud.go.id)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *