Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015 Tentang Penumbuhan Budi Pekerti

Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015 – Pembudayaan Budi Pekerti yang selanjutnya disingkat PBP adalah kegiatan pembiasaan sikap dan perilaku positif di sekolah yang dimulai berjenjang dari mulai sekolah dasar; untuk jenjang SMP, SMA/SMK, dan sekolah pada jalur pendidikan khusus dimulai sejak dari masa orientasi peserta didik baru sampai dengan kelulusan.

Dasar pelaksanaan PBP didasarkan pada pertimbangan bahwa masih terabaikannya implementasi nilai-nilai dasar kemanusiaan yang berakar dari Pancasila yang masih terbatas pada pemahaman nilai dalam tataran konseptual, belum sampai mewujud menjadi nilai aktual dengan card yang menyenangkan di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.

Pelaksanaan PBP didasarkan pada nilai-nilai dasar kebangsaan dan kemanusiaan yang meliputi
pembiasaan untuk menumbuhkan:
a. internalisasi sikap moral dan spiritual, yaitu mampu menghayati hubungan spiritual dengan Sang Pencipta yang diwujudkan dengan sikap moral untuk menghormati sesama mahluk hidup dan alam sekitar;
b. keteguhan menjaga semangat kebangsaan dan kebhinnekaan untuk merekatkan persatuan bangsa, yaitu mampu terbuka terhadap perbedaan bahasa, suku bangsa, agama, dan golongan, dipersatukan oleh keterhubungan untuk mewujudkan tindakan bersama sebagai satu bangsa, satu tanah air dan berbahasa bersama bahasa Indonesia;
c. interaksi sosial positif antara peserta didik dengan figur orang dewasa di lingkungan sekolah dan rumah, yaitu mampu dan mau menghormati guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan, warga masyarakat di lingkungan sekolah, dan orangtua;
d. interaksi sosial positif antar peserta didik, yaitu kepedulian terhadap kondisi fisik dan psikologis antar teman sebaya, adik kelas, dan kakak kelas;
e. memelihara lingkungan sekolah, yaitu melakukan gotong-royong untuk menjaga keamanan, ketertiban, kenyamanan, dan kebersihan lingkungan sekolah;
f. penghargaan terhadap keunikan potensi peserta didik untuk dikembangkan, yaitu mendorong peserta didik gemar membaca dan mengembangkan minat yang sesuai dengan potensi bakatnya untuk memperluas cakrawala kehidupan di dalam mengembangkan dirinya sendiri;
g. penguatan peran orangtua dan unsur masyarakat yang terkait, yaitu melibatkan peran aktif orangtua dan unsur masyarakat untuk ikut bertanggung jawab mengawal kegiatan pembiasaan sikap dan perilaku positif di sekolah.

wimaogawa.blogspot.com

Metode Pelaksanaan
Metode pelaksanaan kegiatan PBP untuk semua jenjang pendidikan disesuaikan dengan tahapan usia perkembangan peserta didik yang berjenjang dari mulai sekolah dasar; untuk jenjang SMP, SMA/SMK, dan sekolah pada jalur pendidikan khusus dimulai sejak dari masa orientasi peserta didik baru sampai dengan kelulusan.

1) Sekolah Dasar
Metode pelaksanaan kegiatan PBP untuk jenjang pendidikan sekolah dasar masih merupakan masa transisi dari masa bermain di pendidikan anak usia dini (taman kanak-kanak akhir) memasuki situasi sekolah formal. Metode pelaksanaan dilakukan dengan mengamati dan meniru perilaku positif guru dan kepala sekolah sebagai contoh langsung di dalam membiasakan keteraturan dan pengulangan. Guru berperan juga sebagai pendamping untuk mendorong peserta didik belajar mandiri sekaligus memimpin teman dalam aktivitas
kelompok, yaitu: bermain, bernyanyi, menari, mendongeng, melakukan simulasi, bermain peran di dalam kelompok.

2) Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas/Kejuruan/Khusus Metode pelaksanaan kegiatan PBP untuk jenjang SMP, SMA/SMK, dan sekolah pada jalur pendidikan khusus dilakukan dengan kemandirian peserta didik membiasakan keteraturan dan pengulangan, yang dimulai sejak dari masa orientasi peserta didik baru, proses kegiatan ekstrakurikuler, intra kurikuler, sampai dengan lulus.

Selengkapnya download Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015 Tentang Penumbuhan Budi Pekerti melalui link di bawah ini :
Download Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015

Demikian share tentang Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015 Tentang Penumbuhan Budi Pekerti, semoga bermanfaat.

Lampiran Gerakan Penumbuhan Budi Pekerti

Lampiran Gerakan Penumbuhan Budi Pekerti – Sekolah adalah tempat dimana terjadi interaksi antara guru dan siswa dalam proses belajar mengajar. Proses belajar mengajar ini diharapkan terjadi adanya timbal balik antara guru dan siswa, sehingga proses KBM dapat berjalan dengan baik. Dengan hasil pembelajaran yang baik diharapkan siswa mempunya pudi pekerti yang baik pula.

Bersamaan diawalinya tahun pelajaran  2015/2016, Kemdikbud akan mencanangkan sebuah gerakan dengan nama Penumguhan Budi Pekerti, dimana gerakan tersebut diterapkan dalam rangkaian kegiatan non kurikuler, yakni rangkaian kegiatan keseharian dan secara periodik yang bersifat wajib maupun pilihan, seperti yang telah tertuang didalam Permendikbud mengenai Penumbuhan Budi Pekerti guna menumbuhkembangkan nilai dan karakter positif.

Menurut Mendikbud, Anies Baswedan, Gerakan yang bernama Penumbuhan Budi Pekerti ini tidak mengatur setiap detail perbuatan siswa. Namun, gerakan terbaru dalam dunia pendidikan ini lebih mengutamakan keteladanan.

wimaogawa.blogspot.com

Anies memberi contoh mengenai ajaran agar bisa menghormati orang tua, dimana hal tersebut tidak bisa diatur bagaimana cara bersalaman tangan, kapan harus cium tangan dan sebagainya. Namun, Anis menegaskan bahwa sekolah saat ini ada peraturan khusus mengenai penumbuhan budi pekerti siswa.

wimaogawa.blogspot.com

Sekolah bukanlah sekedar tempat belajar siswa, namun disekolah adalah tempat untuk menumbuhkan budi pekerti siswa, sehingga gerakan ini lebih mengutamakan keteladanan baik guru maupun siswa.
Mendikbud juga menambahkan bahwa penumbuhan karakter bisa dengan melalui 3 cara, yaitu kurikuler, ekstrakurikuler, dan nonkurikuler. Gerakan Penumbuhan Budi Pekerti  mengambil jalur non kurikuler.

Ada 7 nilai yang diharapkan dalam Gerakan Penumbuhan Budi Pekerti  bisa tumbuh dalam pribadi siswa, diantaranya:

  1.     Internalisasi nilai moral dan spiritual didalam setiap kehidupan.
  2.     Rasa kebangsaan dan cinta akan tanah air
  3.     Interaksi positif antara siswa dengan guru dan orang tua
  4.     Interaksi positif antar siswa
  5.     Pengembangan potensi untuh siswa
  6.     Pemeliharaan lingkungan sekolah yang mendukung iklim pembelajaran
  7.     Keterlibatan orang tua dan masyarakat.

Pencegahan Praktik Perpeloncoan, Pelecehan, dan Kekerasan pada Masa Orientasi Peserta Didik Baru di Sekolah

Merujuk pada Surat edaran nomor 59389/MPK/PD/Tahun 2015 tentang Pencegahan Praktik Perpeloncoan, Pelecehan, dan Kekerasan pada Masa Orientasi Peserta Didik Baru di Sekolah yang ditujukan kepada Gubernur dan Bupati/Walikota seluruh Indonesia bahwa Mengantisipasi terjadinya praktik perpeloncoan, pelecehan, dan kekerasan pada awal tahun pelajaran yang tidak sejalan dengan semangat pendidikan dan bertentangan dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 55 tahun 2014 Tentang Masa Orientasi Peserta Didik Baru di Sekolah baik di sekolah
negeri, swasta, kedinasan, maupun keagamaan, maka dengan ini dimohon bantuan dan kerja samanya untuk:

1. Menginstruksikan kepada Kepala Dinas Pendidikan untuk:.
a. mengantisipasi dan memastikan bahwa dalam pelaksanaan orientasi peserta didik baru tidak ada praktik dan atau menjurus pada praktik perpeloncoan, pelecehan, kekerasan terhadap peserta didik baru baik secara fisik maupun psikologis yang dilakukan di dalam maupun di luar sekolah;

b. melakukan berbagai upaya agar kegiatan orientasi peserta didik baru digunakan sebagai kegiatan mengenalkan program sekolah, lingkungan sekolah, cara belajar, dan penanaman konsep pengenalan diri, kegiatan kepramukaan, dan kegiatan lainnya, bukan sebagai ajang bagi kakak kelas atau alumni atau pihak lain untuk mempermainkan atau melakukan tindak perpeloncoan, pelecehan, dan atau kekerasan terhadap peserta didik baru atau adik kelas;

c. mengingatkan bahwa kegiatan orientasi peserta didik baru tidak boleh memungut biaya dan membebani orang tua/ wali dan peserta didik dalam bentuk apapun.

d. memastikan bahwa kepala sekolah telah mengetahui isi Permendikbud Nomor 55 tahun 2014 tentang Masa Orientasi Peserta Didik Baru di Sekolah dan menginformasikan kepada para pelaksana di sekolah masing-masing

e. memastikan bahwa kepala sekolah, wakil kepala sekolah, wali kelas, dan guru adalah pihak yang bertanggung jawab sepenuhnya atas penyiapan dan pelaksanaan kegiatan orientasi peserta didik baru;

f. melakukan tindakan dan atau hukuman disiplin sesuai kewenangan Saudara terhadap sekolah dan kepala sekolah yang membiarkan praktek kekerasan dan atau kegiatan yang menjurus pada perpeloncoan dan atau pelecehan dan atau yang melanggar Permendikbud Nomor 55 tahun 2014.

2. Menghimbau masyarakat khususnya orang tua/ wali peserta didik untuk memantau dan mengawasi pelaksanaan orientasi peserta didik baru serta melaporkan jika ada penyimpangan melalui laman: http://mopd.kemdikbud.go.id atau melalui dinas pendidikan setempat.

Selengkapnya download versi pdf-nya melalui link di bawah ini :
Pencegahan Praktik Perpeloncoan, Pelecehan, dan Kekerasan pada Masa Orientasi Peserta Didik Baru di Sekolah

Download Teks Sambutan Mendikbud Pada Hari Pertama Masuk Sekolah Juli 2015

Download Teks Sambutan Mendikbud Pada Hari Pertama Masuk Sekolah Juli 2015 – Sambutan ini harap dibacakan oleh kepala sekolah pada semua jenjang pendidikan pada saat
upacara bendera hari Senin 27 Juli 2015 atau pada saat hari pertama masuk sekolah.Hal ini sesuai dengan Surat Edaran Kemdikbud Nomor 59388/A./KR/2015 tanggal 24 Juli 2015 perihal Sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Hari Pertama Sekolah yang ditujukan kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan Provinsi Seluruh Indonesia.

Berikut adalah Sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Bapak Anies Baswedan

Hari ini adalah hari istimewa bagi kita semua. Kita mengawali hari dengan berkumpul bersama di
halaman ini. Kita bersama-sama melaksanakan upacara bendera, menyanyikan lagu kebangsaan kita,
menghormat bendera sembari berbaris rapi sebagai satu komunitas sekolah yang sama. Hari ini
istimewa karena inilah hari pertama kita pada tahun ajaran 2015/2016 ini.

wimaogawa.blogspot.com

Pada hari pertama sekolah ini pula, upacara yang sama ini digelar di setiap sekolah di seluruh penjuru
negeri kita tercinta ini. Pada hari ini kalian berdiri rapi bersama saudara-saudara sebayamu dari
Sabang sampai Merauke melaksanakan upacara hari pertama memasuki tahun ajaran baru. Semua
berseragam rapi, menghormati bendera yang sama, sang dwi warna, menyanyikan lagu kebangsaan
yang sama, Indonesia Raya.

Hari ini kita bukan sekadar berkumpul di lapangan. Panjang barisan kalian kalau bergandeng tangan
sambung-menyambung akan menghubungkan Kota Sabang di Pulau We hingga Kota Merauke di
Papua, yang panjangnya 8.514 km, hingga 4 kali. Berkumpulnya kalian di hari ini adalah juga
mengirim pesan bahwa barisan besar ini adalah barisan anak bangsa yang sedang bergerak bersama
mendorong kemajuan dan menyongsong masa depan gemilang untuk negeri ini.

Bagi para siswa semua yang saya cintai dan banggakan, di tahun ajaran baru ini, perbaruilah semangat kalian. Belajarlah dengan kesungguhan. Tuntaskanlah setiap pelajaran, terlibatlah dalam kegiatan kegiatan di sekolah, berlatihlah untuk bisa memimpin dan dipimpin.

Kalian adalah pemilik masa depan Republik tercinta ini. Kalian tidak hanya sekedar pewaris, tapi di
tangan kalianlah masa depan bangsa ini berada. Masa depan negeri ini ada di genggaman anda
sekalian! Namun masa depan gemilang tak datang dengan sendirinya, tapi harus diraih melalui kerja
keras dan perjuangan, dimulai dari bangku sekolah ini. Pesan saya adalah tinggikan mimpimu, citacitamu, lalu kerja keraslah, berdoa dengan kesungguhan lalu targetkan pada dirimu bukan hanya
berusaha untuk meraih cita-citamu, tapi kalian harus bisa melampaui cita-citamu itu.

Bagi Kepala Sekolah, Guru dan Tenaga Kependidikan yang saya hormati dan banggakan, anak-anak
didik yang hadir disini adalah amanah dari orang tua dan bangsa. Mereka percayakan pada Ibu dan
Bapak untuk mendidik, mencerdaskan dan mencerahkan mereka.

Bagi sebagian Guru, hari ini adalah hari pertama bertugas di kelas baru, mata pelajaran baru atau
bertemu dengan siswa-siswa baru. Demikian juga bagi Kepala Sekolah, ini adalah hari pertama
menyambut siswa-siswa yang masuk dari jenjang paling bawah. Jangan biarkan upacara setiap Senin
ini menjadi sekadar kegiatan seremonial, tapi harus menjadi wahana bagi seluruh warga sekolah
untuk berinteraksi secara reguler dan menjadi wahana bagi Kepala Sekolah untuk memberikan
paparan dan arahan bagi seluruh warga sekolah secara rutin.

Mari bersama-sama kita tingkatkan kualitas pendidikan kita dengan menyadari bahwa bukan hanya
para siswa, tetapi kita semua harus bisa dan harus tetap menjadi pembelajar. Mari kita tumbuh
kembangkan anak didik kita bukan saja untuk meraih angka-angka tinggi di tiap mata pelajaran, tapi
mari kita berikan pada mereka keteladanan dalam berbudi pekerti dan kita tumbuhkan karakter
kepemimpinan mereka. Mari kita kembangkan budaya sekolah yang bisa menumbuhkan kemampuan
berpikir kritis, berkomunikasi efektif, bekerja sama dan berkreativitas bagi semua anak didik
kita. Mulai hari ini, mari kita kuatkan jalinan silaturahmi sekolah dengan keluarga melalui interaksi
yang baik dan rutin antara Kepala Sekolah, Guru, Siswa, dan Orang Tua/Wali. Mari kita kembangkan
semua itu melalui kegiatan intra-kurikular, ekstra-kurikuler maupun kegiatan non-kurikuler.
Republik ini membutuhkan generasi baru yang bisa menjawab dan memenangkan tantangan di
jamannya nanti.

Karena itu pulalah, hari ini adalah saat yang tepat untuk memulai babak baru bagi kita semua. Ini saat
bagi kita untuk membentuk sekolah menjadi taman, menjadi ekosistem pendidikan yang penuh
tantangan tapi menyenangkan bagi semua warganya. Siswa senang belajar di sekolah, guru-guru tulus
dan gembira dalam mendidik serta menginspirasi, Kepala Sekolah yang bersemangat membangun
budaya baik di sekolahnya serta membina warganya.

Ini juga kesempatan bagi kita untuk memulai pembiasaan dalam ekosistem sekolah ini. Saat kita
menumbuhkan kebiasaan-kebiasaan baik yang akan menjadi karakter dan budaya warganya. Mari
biasakan lakukan hal baik, mari kerjakan dengan rutin, karena apa yang kita biasakan akan
membentuk budi pekerti kita.

Perlu diingat bahwa budi pekerti ini bukan hanya tentang siswa, tapi juga budi pekerti dari kita semua
di dunia pendidikan; termasuk budi pekerti dari seluruh warga sekolah, dari Siswa, Guru, Kepala
Sekolah dan Tenaga Kependidikan lainnya.

Dalam usaha penumbuhan budi pekerti ini, mari kita libatkan orangtua secara dekat, karena Orangtua
dan Guru adalah mitra yang perlu bergandengan tangan saat menuntun tumbuh kembang siswa.
Jangan lupakan pula pelibatan masyarakat dalam proses pendidikan di sekolah. Jangan jadikan
sekolah sebagai ruang tertutup, namun bukalah satu dindingnya kepada luasnya kenyataan yang ada
di masyarakat. Ajak berbagai elemen masyarakat untuk ikut berbagi kepada siswa di sekolah dan ajak
siswa terlibat aktif dalam kehidupan masyarakat di sekitar sekolah.

Mari kita niatkan ikhtiar ini sebagai langkah awal untuk menumbuhkan siswa kita menjadi anak-anak
pembelajar. Langkah pertama di tahun ajaran ini bagi Kepala Sekolah dan Guru untuk menjadi
teladan sepanjang tahun. Dan bila kita terus bekerja dengan semangat yang sama di sepanjang tahun
dan diikuti tahun-tahun berikutnya, maka kita semua sedang bergerak cepat membentuk bangsa
kokoh.

Para siswa yang sedang berdiri di lapangan ini adalah putra-putri bangsa yang akan memimpin
Indonesia saat kita merayakan 100 tahun Indonesia Merdeka. Izinkan anak-anak kita tumbuh semua
potensinya, menjadi yang terbaik dari dirinya, dan kelak mereka bisa bersama-sama menjadi generasi
baru, pembuat Indonesia jadi negeri maju, sejahtera yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyatnya.
Selamat berjuang sepanjang satu tahun ke depan!
Salam hangat dan hormat dari seluruh jajaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Demikian Sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bapak Anies Baswedan pada hari pertama masuk sekolah yang bisa Bapak/Ibu Kepala Sekolah bacakan pada hari pertama masuk sekolah 27 Juli besok. Selengkapnya silahkan download Sambutan Mendikbud Pada Hari Pertama Masuk Sekolah Juli 2015 melalui link di bawah ini :
Download teks sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI pada hari pertama masuk sekolah

Tahap Implementasi Kurikulum Nasional

Tahap Implementasi Kurikulum Nasional – Jika kita cermati hingga seluruhnya implementasi ini terlaksana hingga tahun 2021 akan terwujud sepenuhnya pada sekolah diseluruh Indonesia dengan pendampingan sekolah dan pengimbasan dari Sekolah Rintisan serta Ragam model pengembangan kapasitas sekolah secara reguler berbasis kompetensi dan konteks wilayah  Persiapan Sekolah Rintisan Program pengembangan yang holistik untuk daerah khusus, termasuk 3T (terdepan,terluar dan terpencil)

Implementasi Kurikulum Nasional sebagai perbaikan atau revisi Kurikulum 2013 (baca kurikulum nasional gantikan/revisi kurikulum 2013) yang sudah akrab dikenal ini dalam persiapannya memiliki tahapan pelaksanaan sebagai berikut dalam tahapan:

Bentuk model pengembangan kapasitas sekolah secara reguler berbasis kompetensi dan konteks wilayah  Persiapan Sekolah Rintisan Program pengembangan yang holistik untuk daerah khusus, termasuk 3T

wimaogawa.blogspot.com

Berikut adalah Tahap Implementasi Kurikulum Nasional :

Dari Juli tahun 2015 hingga Juli Tahun 2016
± 94% sekolah KTSP
Perbaikan K 2013
± 10% sekolah K2013

± 75% sekolah KTSP
± 15% sekolah K13 (kelas 1,4,7,10)
± 10% sekolah K13 (semua kelas)

Kemudian Berlanjut pada tahapan Juli Tahun 2017
± 40% sekolah KTSP
± 35% sekolah K13 (kelas 1,4,7,10)
± 15% sekolah K13 (kelas 1,2,4,5,7,8,10,11)
± 10% sekolah K13 (semua kelas)

Juli Tahun 2018
± 35% sekolah K13 (kelas 1,2,4,5,7,8,10,11)
± 25% sekolah K13 (semua kelas)

Juli Tahun 2019
± 40% sekolah K13 (kelas 1,2,4,5,7,8,10,11)
± 60% sekolah K13 (semua kelas)
Dan Juli Tahun 2020 hingga 2021

PENERAPAN KURIKULUM NASIONAL DI SEMUA SEKOLAH DAN SEMUA KELAS
Sumber Syaiful Arifin,M.Pd dari Materi Pelatihan Instruktur Nasional (Dr.Abi Subdjak.M.Sc)

sumber

Kurikulum 2013 Diganti Kurikulum Nasional Pada Tahun 2018

Kurikulum 2013 adalah Kurikulum yang sangat fenomenal. Bagaimana tidak? setahun berjalan Kurikulum ini banyak mengalami kendala, seperti kurangnya sosialisasi serta tingkat penguasaan ICT para guru Indonesia.

Kacaunya pelaksanaan kurikulum 2013, kementerian kebudayaan
pendidikan dasar dan menengah berencana akan menghapus kurikulum 2013
dan mengganti dengan kurikulum nasional pada tahun 2018 mendatang.

Setahun lebih pelaksanaan kurikulum 2013 masih diwarnai permasalahan
demi permasalahan seperti kacaunya distribusi buku kurikulum, belum
pahamnya guru menerapkan kurikulum 2013 bahkan akhir-akhir ini ditemukan
buku berisi ajaran radikal di buku agara kurikulum 2013.

Saat ditemui di Surabaya, Unifah Rosyidi direktorat jenderal
ketenagaan pendidikan kementerian pendidikan mengakui pada tahun 2018
mendatang kurikulum 2013 akan diganti menjadi kurikulum nasional,
setelah seluruh sekolah sudah menerapkan kurikulum 2013. Tetapi saat ini
pihaknya masih belum melakukan sosialisasi karena masih fokus pada
perbaikan kurikulum 2013.

wimaogawa.blogspot.com

Dirinya menilai materi di kurikulum 2013 sangat baik tetapi masih
banyak kekurangan dikarenakan mepetnya persiapan pelaksanaan kurikulum
2013. Pergantian kurikulum 2013 menjadi kurikulum nasional sebagai
perbaikan atau penyempurnaan kurikulum 2013 karena selama ini kurikulum
2013 masih banyak kekurangan.

“Kami berpikir bahwa kurikulum ini bagus tapi juga tidak lepas dari
kekurangan. Nah kekurangannya ini sedang diperbaiki,” ujar dirjen tenaga
pendidikan, Dr Unifah Rosyidi.
Seperti diketahui pada tahun ini sekolah yang menerapkan kurikulum
2013 sebesar 16.791 sekolah dengan rincina 7961 sekolah merupakan
sekolah pilot projek. Sisanya sekolah menerapkan kurikulum 2013 secara
mandiri.
(sumber  : surabayanews.co.id)

Download Buku Tanya Jawab Ekuivalensi Pembelajaran Bagi Guru SMP/SMA/SMK Yang Melaksanakan K-13 Di Semester I dan KTSP 2006 Di Semester II

Dalam rangka peningkatan layanan pendidikan yang berkualitas, satuan pendidikan melaksanakan kegiatan pembelajaran berdasarkan kurikulum yang ditetapkan oleh Pemerintah. Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menerbitkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 160 Tahun 2014 tentang Pemberlakuan Kurikulum Tahun 2006 dan Kurikulum 2013.

Ditinjau dari beban belajar peserta didik berdasarkan struktur Kurikulum Tahun 2006 dan struktur Kurikulum 2013 terdapat perbedaan jumlah jam pelajaran secara keseluruhan dan pada beberapa matapelajaran di SMP/SMA/SMK. Dalam melaksanakan kurikulum di sekolah, sangat terkait dengan tugas utama guru yaitu mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik. Salah satu ciri guru yang profesional adalah bersertifikat pendidik. Berdasarkan peraturan perundang-undangan, guru yang bersertifikat pendidik berhak mendapatkan tunjangan profesi dan salah satu persyaratan untuk mendapatkan tunjangan profesi adalah bahwa guru harus memenuhi beban kerja minimal 24 jam tatap muka per minggu.

wimaogawa.blogspot.com

Berdasarkan pertimbangan di atas, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang Ekuivalensi Kegiatan Pembelajaran/Pembimbingan Bagi Guru yang Bertugas pada SMP/SMA/ SMK yang Melaksanakan Kurikulum 2013 pada Semester Pertama Menjadi Kurikulum Tahun 2006 padaSemester Kedua Tahun Pelajaran 2014/2015.
Untuk memberikan persamaan persepsi dan langkah dalam melaksanakan Peraturan Menteri dimaksud di sekolah, disusun Buku Tanya Jawab tentang kemengapaan dan proses pelaksanaan ekuivalensi kegiatan pembelajaran/ pembimbingan bagi guru yang bertugas di SMP/SMA/SMK. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan pelayanan pembelajaran/pembimbingan yang dilakukan oleh para guru pada khususnya dan penyelenggaraan pendidikan pada satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah pada umumnya.

Download selengkapnya Buku Tanya Jawab Ekuivalensi Pembelajaran Bagi Guru SMP/SMA/SMK Yang Melaksanakan K-13 Di Semester I dan KTSP 2006 Di Semester II DISINI

Perpres Nomor 14 Tahun 2015 Tentang Perubahan Struktur Kemdikbud

Perpres Nomor 14 Tahun 2015 Tentang Perubahan Struktur Kemdikbud – Struktur di Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan pada masa Presiden
Jokowi mengalami perubahan yang di tetapkan dalam sebuah Peraturan
Presiden (Perpres) Nomor 14 Tahun 2015. Perpres ini ditanda tangani oleh
Presiden Jokowi pada tanggal 21 Januari 2015 lalu, dalam Peraturan ini
terdapat perubahan dalam struktural di Kemendikbud, jika semula
organisasi di Kemendikbud di dukung oleh lima Ditjen, 3 badan, dan 5
staf ahli, dalam Perpres Nomor 14 Tahun 2015 telah berubah menjadi 4
Ditjen, dua badan dan 4 staf ahli.
Untuk lebih lengkapnya organisasi Kemendikbud yag tertuang dalan Peraturan Presiden Nomor 14 Tahun 2015 adalah sebagai berikut :
  1. Sekertaris Jendral
  2. Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan
  3. Ditjen Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat
  4. Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah
  5. Ditjen Kebudayaan
  6. Inspektorat Jendral
  7. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
  8. Badan Penelitian dan Pengembangann
  9. Staf ahli bidang Inovasi dan Daya Saing
  10. Staf ahli bidang Hubungan Pusat dan Daerah
  11. Staf ahli bidang Pembangunan Karakter
  12. Staf ahli bidang Regulasi Pendidikan dan Kebudayaan
wimaogawa.blogspot.comMeskipun demikian, menurut Presiden di lingkungan Kemendikbud dapat
ditetapkan jabatan fungsional sesuai dengan kebutuhan yang pelaksanaanya
dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang
berlaku.
Selain dari pada itu, untuk melaksanakan tugas teknisi operasional atau
tugas teknisi penunjang di lingkungan Kemendikbud dapat dibentuk sebuah
Unit Pelaksana, yang di pimpin oleh seorang Kepala.
“Unit pelaksana teknis sebagaimana dimaksud ditetapkan oleh Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan setelah mendapat persetujuan tertulis dari
menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang aparatur
negara,” bunyi pasal 33 Perpres ini. Perpres ini juga menegaskan
ketentuan lebih lanjut mengenai tugas, fungsi, susunan, organisasi dan
tata kerja Kemendikbud ditetapkan oleh Menteri setelah mendapat
persetujuan tertulis dari menteri yang menyelenggarakan urusan
pemerintahan di bidang ASN.
Dengan adanya Perpres ini, maka semua aturan yang tertuang dalam Perpres
Nomor 24 Tahun 2010 yang telah diubah dengan Perpres No.135 Th.2014,
dan Perpres No.165 Th.2014 dicabut dan dinyatakan tidak berlaku lagi.