Permendikbud Nomor 23 Tahun 2016 Tentang Standar Penilaian Pendidikan

Standar Penilaian Pendidikan tertuang dalam Permendikbud Nomor 23 Tahun 2016. Dalam permendikbud tersebut disebutkan bahwa bahwa pengaturan mengenai penilaian pendidikan perlu disesuaikan dengan perkembangan dan kebutuhan dalam penilaian hasil belajar.
Standar Penilaian Pendidikan adalah kriteria mengenai lingkup, tujuan, manfaat, prinsip, mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik yang digunakan sebagai dasar dalam penilaian hasil belajar peserta didik pada pendidikan dasar dan pendidikan menengah.
Penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik. Sedangkan Pembelajaran adalah proses interaksi antar peserta didik, antara peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.
Ulangan adalah proses yang dilakukan untuk mengukur pencapaian Kompetensi Peserta Didik secara berkelanjutan dalam proses Pembelajaran untuk memantau kemajuan dan perbaikan hasil belajar Peserta Didik.
Ujian sekolah/madrasah adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik sebagai pengakuan prestasi belajar dan/atau penyelesaian dari suatu satuan pendidikan. Dan Kriteria Ketuntasan Minimal yang selanjutnya disebut KKM adalah kriteria ketuntasan belajar yang ditentukan oleh satuan pendidikan yang mengacu pada standar kompetensi kelulusan, dengan mempertimbangkan karakteristik peserta didik, karakteristik mata pelajaran, dan kondisi satuan pendidikan.
Permendikbud Nomor 23 Tahun 2016 Tentang Standar Penilaian Pendidikan
Penilaian pendidikan pada pendidikan dasar dan pendidikan menengah terdiri atas:
a. penilaian hasil belajar oleh pendidik;
b. penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan; dan
c. penilaian hasil belajar oleh Pemerintah.
Sebelumnya unduh dulu :
Untuk lebih lengkapnya silahkan unduh Permendikbud Nomor 23 Tahun 2016 Tentang Standar Penilaian Pendidikan dengan format PDF disini :

Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 Tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah

Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 Tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah – Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 1 angka 1 menyatakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
Standar Proses adalah kriteria mengenai pelaksanaan pembelajaran pada satuan pendidikan untuk mencapai Standar Kompetensi Lulusan. Standar Proses dikembangkan mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Isi yang telah ditetapkan sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
Proses Pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi pesertadidik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Untuk itu setiap satuan pendidikan melakukan perencanaan pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran serta penilaian proses pembelajaran untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas ketercapaian kompetensi lulusan.
Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 Tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah

Sesuai dengan Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Isi maka prinsip pembelajaran yang digunakan:
1. dari peserta didik diberi tahu menuju peserta didik mencari tahu;
2. dari guru sebagai satu-satunya sumber belajar menjadi belajar berbasis aneka sumber belajar;
3. dari pendekatan tekstual menuju proses sebagai penguatan penggunaan pendekatan ilmiah;
4. dari pembelajaran berbasis konten menuju pembelajaran berbasis kompetensi;
5. dari pembelajaran parsial menuju pembelajaran terpadu;
6. dari pembelajaran yang menekankan jawaban tunggal menuju pembelajaran dengan jawaban yang kebenarannya multi dimensi;
7. dari pembelajaran verbalisme menuju keterampilan aplikatif;
8. peningkatan dan keseimbangan antara keterampilan fisikal (hardskills) dan keterampilan mental (softskills);
9. pembelajaran yang mengutamakan pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik sebagai pembelajar sepanjang hayat;
10. pembelajaran yang menerapkan nilai-nilai dengan memberi keteladanan (ing ngarso sung tulodo), membangun kemauan (ing madyo mangun karso), dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran (tut wuri handayani);
11. pembelajaran yang berlangsung di rumah di sekolah, dan di masyarakat;
12. pembelajaran yang menerapkan prinsip bahwa siapa saja adalah guru, siapa saja adalah peserta didik, dan di mana saja adalah kelas;
13. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran; dan
14. Pengakuan atas perbedaan individual dan latar belakang budaya peserta didik.
Silahkan unduh Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 Tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah disini :
Unduh juga :

Permendikbud Nomor 21 Tahun 2016 Tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah

Permendikbud Nomor 21 Tahun 2016 Tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah – Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan ditetapkan bahwa Standar Isi adalah kriteria mengenai ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi untuk mencapai kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Ruang lingkup materi dirumuskan berdasarkan kriteria muatan wajib yang ditetapkan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, konsep keilmuan, dan karakteristik satuan pendidikan dan program pendidikan. Selanjutnya, tingkat kompetensi dirumuskan berdasarkan kriteria tingkat perkembangan peserta didik, kualifikasi kompetensi Indonesia, dan penguasaan kompetensi yang berjenjang.
Dalam usaha mencapai Standar Kompetensi Lulusan sebagaimana telah ditetapkan untuk setiap satuan dan jenjang pendidikan, penguasaan kompetensi lulusan dikelompokkan menjadi Tingkat Kompetensi Pendidikan Dasar dan Tingkat Kompetensi Pendidikan Menengah. Tingkat Kompetensi menunjukkan tahapan yang harus dilalui untuk mencapai kompetensi lulusan yang telah ditetapkan dalam Standar Kompetensi Lulusan.
Permendikbud Nomor 21 Tahun 2016 Tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah
Tingkat Kompetensi merupakan kriteria capaian Kompetensi yang bersifat generik yang harus dipenuhi oleh peserta didik pada setiap jenjang pendidikan dalam rangka pencapaian Standar Kompetensi Lulusan.

Tingkat Kompetensi merupakan kriteria capaian Kompetensi yang bersifat generik yang harus dipenuhi oleh peserta didik pada setiap jenjang pendidikan dalam rangka pencapaian Standar Kompetensi Lulusan. Tingkat Kompetensi dikembangkan berdasarkan kriteria; (1) Tingkat perkembangan peserta didik, (2) Kualifikasi kompetensi Indonesia, (3) Penguasaan kompetensi yang berjenjang. Selain itu Tingkat Kompetensi juga memperhatikan tingkat kerumitan/kompleksitas kompetensi, fungsi satuan pendidikan, dan keterpaduan antar jenjang yang relevan. Untuk menjamin keberlanjutan antar jenjang, Tingkat Kompetensi dimulai dari Tingkat Kompetensi Pendidikan Anak Usia Dini.
Selengkapnya silahkan unduh Permendikbud Nomor 21 Tahun 2016 Tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah disini :

Baca juga :

Permendikbud Nomor 20 Tahun 2016 Tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah

Permendikbud Nomor 20 Tahun 2016  – Standar Kompetensi Lulusan adalah kriteria mengenai kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Standar Kompetensi Lulusan digunakan sebagai acuan utama pengembangan standar isi, standar proses, standar penilaian pendidikan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, dan standar pembiayaan.
Standar Kompetensi Lulusan terdiri atas kriteria kualifikasi kemampuan peserta didik yang diharapkan dapat dicapai setelah menyelesaikan masa belajarnya di satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.
Untuk mengetahui ketercapaian dan kesesuaian antara Standar Kompetensi Lulusan dan lulusan dari masing-masing satuan pendidikan dan kurikulum yang digunakan pada satuan pendidikan tertentu perlu dilakukan monitoring dan evaluasi secara berkala dan berkelanjutan dalam setiap periode. Hasil yang diperoleh dari monitoring dan evaluasi digunakan sebagai bahan masukan bagi penyempurnaan Standar Kompetensi Lulusan di masa yang akan datang.

Permendikbud Nomor 20 Tahun 2016 Tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah
Setiap lulusan satuan pendidikan dasar dan menengah memiliki kompetensi pada tiga dimensi yaitu sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Lulusan SD/MI/SDLB/Paket A; SMP/MTs/SMPLB/Paket B; dan SMA/MA/ SMALB/Paket C memiliki kompetensi pada dimensi sikap sebagai berikut.
Dimensi Sikap
Permendikbud Nomor 20 Tahun 2016 Tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah
Untuk penjelasan lain terkait lampiran pada Permendikbud Nomor 20 Tahun 2016 Tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah silahkan unduh disini :

Unduh juga :

    Penulisan Soal Berbasis “Higher Older Thinking Skills (HOTS)” Kurikulum 2013

    Apa itu Higher Older Thinking Skills (HOTS)? Secara umum Higher Older Thinking Skills dapat dijabarkan menjadi 4 macam, yakni :
    1. Transfer satu konsep ke konsep lainnya
    2. Memproses dan menerapkan informasi
    3. Mencari kaitan dari berbagai informasi yang berbeda-beda 
    4. Menggunakan informasi untuk menyelesaikan masalah 
    5. Menelaah ide dan informasi secara kritis  
    Higher-order thinking termasuk menunjukkan pemahaman akan informasi dan bernalar bukan sekedar mengingat kembali/recall informasi. Higher order thinking tidak berarti soal yang lebih sulit daripada soal recall.

    Ada beberapa cara yang dapat dijadikan pedoman oleh para penulis soal untuk menulis butir soal yang menuntut berpikir tingkat tinggi, yakni materi yang akan ditanyakan diukur dengan perilaku sesuai dengan ranah kognitif Bloom pada level analisis, evaluasi dan mengkreasi, setiap pertanyaan diberikan dasar pertanyaan (stimulus) dan soal mengukur kemampuan berpikir kritis.

    Penulisan Soal Berbasis "Higher Older Thinking Skills (HOTS)" Kurikulum 2013
    Ketrampilan Berpikir tingkat Tinggi 
    1. Berfikir Kritis adalah berfikir yang memeriksa, menghubungkan, dan mengevaluasi semua aspek situasi atau masalah.  Termasuk di dalamnya mengumpulkan, mengorganisir, mengingat, dan menganalisa informasi.  Berfikir kritis termasuk kemampuan membaca dengan pemahaman dan mengidentifikasi materi yang dibutuhkan dan tidak dibutuhkan.  Kemampuan menarik kesimpulan yang benar dari data yang diberikan dan mampu menentukan ketidak-konsistenan dan pertentangan dalam sekelompok data merupakan bagian dari keterampilan berfikir kritis.  Dengan kata lain, berfikir kritis adalah analitis dan refleksif.

    2. Berfikir Kreatif yang sifatnya orisinil dan reflektif.  Hasil dari keterampilan berfikir ini adalah sesuatu yang kompleks.  Kegiatan yang dilakukan di antaranya menyatukan ide, menciptakan ide baru, dan menentukan efektifitasnya.  Berfikir kreatif meliputi juga kemampuan menarik kesimpulan yang biasanya menelorkan hasil akhir yang baru. 

    Selengkapnya silahkan unduh materi Pengembangan Butir Soal “Higher Older Thinking Skills (HOTS)” Kurikulum 2013 disini :

    Buku Pedoman Penanaman Sikap Anak untuk PAUD/TK Kurikulum 2013

    Buku Pedoman Penanaman Sikap Anak untuk PAUD/TK Kurikulum 2013 – Penanaman sikap pada pendidikan anak usia dini memiliki peran yang sangat penting dalam membangun karakter anak sejak dini melalui pembiasaan dan keteladanan. Penanaman sikap ini menjadi prioritas utama dibandingkan dengan pengembangan pengetahuan dan keterampilan. Dalam kurikulum 2013 PAUD pengembangan kompetensi sikap mencakup seluruh aspek perkembangan, artinya sikap berada di aspek nilai agama dan moral, fisik motorik, kognitif, sosial–emosional, bahasa, dan seni. Di dalam struktur kurikulum 2013 PAUD pengembangan kompetensi sikap meliputi kompetensi sikap spiritual dan sikap sosial.
    Kompetensi Sikap Apa Saja dalam Kurikulum 2013 PAUD?
    1. Kompetensi Inti Sikap
    Kompetensi Inti yang terkait dengan sikap terdiri atas Kompetensi Inti 1 Sikap Spiritual dan Kompetensi Inti 2 Sikap Sosial.
    Buku Pedoman Penanaman Sikap Anak untuk PAUD Kurikulum 2013

    Kompetensi Inti 1 Sikap Spiritual yakni Menerima ajaran agama yang dianutnya” Mencerminkan kecerdasan spiritual sebagai sikap kesadaran mengenal agama yang dianutnya. Sedangkan Kompetensi Inti 2 Sikap Sosial yakni Memiliki perilaku hidup sehat, rasa ingin tahu, kreatif dan estetis, percaya diri, disiplin, mandiri, peduli, mampu bekerja sama, mampu menyesuaikan diri, jujur, dan santun dalam berinteraksi dengan keluarga, pendidik dan/atau pengasuh, dan teman, ”Mencerminkan kecerdasan sosial-emosional sebagai sikap dan perilaku yang mengenal perasaan diri, orang lain, dan nilai-nilai sosial yang sesuai dengan norma serta budaya yang berlaku. 
    2. Kompetensi Dasar Sikap
    Kompetensi Dasar dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik, kemampuan awal anak serta tujuan setiap program pengembangan. Kompetensi Dasar Sikap dirumuskan dalam Kompetensi Dasar dari Sikap Spiritual dan Kompetensi Dasar dari Sikap Sosial.
    Strategi Penanaman Sikap dalam Kegiatan Pembelajaran PAUD
    Penanaman sikap tidak sekadar memberi pengetahuan baik dan buruk, tetapi lebih pada menumbuhkan kesadaran dan menerapkan akan nilai baik dan buruk dalam perilaku sehari-hari. Oleh karena itu, penanaman sikap harus dilakukan secara lembut dan menyenangkan. Suasana dan lingkungan yang aman dan nyaman, perlu diciptakan dalam proses penanaman nilai-nilai sikap. Untuk memperdalam pemahaman sikap yang diharapkan, setiap nilai sikap yang telah dimasukkan ke dalam rencana pembelajaran harus diterapkan secara berkelanjutan.

    Penanaman nilai sikap terus diterapkan dalam bentuk pembiasaan yang direncanakan secara matang oleh satuan PAUD. Sikap yang diterapkan dimasukkan dalam RPPH atau dalam SOP. Misalnya di RPPH hari ini dicantumkan “berdoa sebelum dan sesudah makan”. Dalam RPPH minggu depan “berdoa sebelum dan sesudah makan” tidak dicantumkan kembali, tetapi dimasukkan ke dalam SOP sehingga kegiatan berdoa sebelum dan sesudah makan terus diterapkan setiap kali anak menjelang dan setelah makan di setiap hari dan sepanjang tahun.
    Silahkan unduh Buku Pedoman Penanaman Sikap PAUD/TK Kurikulum 2013 disini :

    Buku Pedoman Implementasi Kurikulum 2013 PAUD/TK

    Buku Pedoman Implementasi Kurikulum 2013 PAUD/TK  ini merupakan contoh yang memungkinkan penyesuaian lebih lanjut dengan kondisi, potensi, dan budaya setempat. Hal penting dalam Kurikulum 2013 PAUD adalah keterbukaan dalam menerima perubahan, baik perubahan dalam cara berpikir, kebiasaan, sikap, maupun cara kerja. Perubahan tersebut akan berimbas pada perubahan sikap, pengetahuan, dan keterampilan peserta didik.
    Pedoman Implementasi Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan acuan pelaksanaan kurikulum PAUD 2013 sesuai dengan teori, filosofi , dan landasan pengembangan kurikulum tersebut yang disertai dengan contoh-contoh penerapannya.

    Pada bagian ini akan dipaparkan beberapa hal yang menjadi dasar pemikiran lahirnya. Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini di Indonesia. 
    Buku Pedoman Impelementasi Kurikulum 2013 PAUD
    Pokok-pokok pikiran yang akan dipaparkan yaitu:
    • Apakah Makna PAUD dalam Pembangunan Bangsa?
    • Kemanakah Arah Pembangunan PAUD di Indonesia?
    • Mengapa PAUD Memerlukan Kurikulum Berkualitas?
    • Apa sajakah yang menjadi Landasan Pengembangan Kurikulum PAUD di Indonesia?

    Semua pertanyaan di atas merupakan pertanyaan kunci yang mendorong lahirnya Kurikulum 2013 PAUD di
    indonesia. Paparan setiap jawaban dari pertanyaan di atas dapat diunduh melalui tautan berikut :

    Contoh Narasi dan Deskripsi Raport Kurikulum 2013

    Contoh Narasi dan Deskripsi Raport Kurikulum 2013 – Salah satu perbedaan antara kurikulum 2013 dengan KTSP adalah dari segi standar penilaian (raport). Jika pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), raport berisi real nilai siswa, maka dalam Kurikulum 2013 Anda akan melihat narasi dan deskripsi yang ditujukan pada siswa yang bersangkutan.
    Jadi, secara umum penilaian kurikulum 2013 berorientasi pada penilaian autentik. Artinya penilaian atas kemampuan peserta didik untuk melakukan sesuatu dalam dunia nyata dari apa yang telah diketahuinya.
    Tentang Penilaian
    Keterangan nilai kognisi dengan angka :
    86 – 100 : Baik Sekali
    71 – 85 : Baik
    56 – 70 : Cukup
    40 – 55 : Kurang 

    Contoh Narasi dan Deskripsi Raport Kurikulum 2013
    Keterangan nilai usaha dengan huruf :
    A : Siswa selalu berusaha melakukan yang terbaik dari waktu ke waktu
    B : Siswa telah berusaha dengan baik
    C : Siswa cukup berusaha
    D : Siswa kurang berusaha
     
    Selanjutnya bagaimana cara mengisi narasi dan deskripsi pada raport Kurikulum 2013?
    Langsung saja unduh Contoh Narasi dan Deskripsi Raport Kurikulum 2013 melalui tautan berikut :

    Untuk aplikasi raport K13 silahkan unduh disini :

    Sekian share Contoh Narasi dan Deskripsi Raport Kurikulum 2013, semoga bermanfaat

    SK Penetapan Sekolah Pelaksana Kurikulum 2013 Tahun 2016 Beserta Lampiran Daftar Nama Sekolah

    Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah telah menerbitkan Surat Keputusan nomor 305/KEP/D/KR/2016 tentang Penetepan Satuan Pendidikan Pelaksana Kurikulum 2013. Keputusan ini dibuat dalam rangka melaksanakan ketentuan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 160 Tahun 2013 tentang Pemberlakuan Kurikulum Tahun 2006 dan Kurikulum 2013, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah mengevaluasi satuan pendidikan yang dapat melaksanakan Kurikulum 2013.
    Lampiran sekolah pelaksana kurikulum 2013 tahun 2016 ini dibagi menjadi 4, yakni 
    1. Lampiran I yang berisi daftar sekolah pelaksana kurikulum 2013 untuk tingkat SD
    2. Lampiran II yang berisi daftar sekolah pelaksana kurikulum 2013 untuk tingkat SMP
    3. Lampiran III yang berisi daftar sekolah pelaksana kurikulum 2013 untuk tingkat SMA
    4. Lampiran IV yang berisi daftar sekolah pelaksana kurikulum 2013 untuk tingkat SMK
    Preview :
    SK Penetapan Sekolah Pelaksana Kurikulum 2013 Tahun 2016 Beserta Lampiran

    Unduh SK Penetapan sekolah pelaksana Kurikulum 2013 disini :

    Unduh daftar sekolah pelaksana Kurikulum 2013 tahun 2016 :

    Lampiran 1-3 nanti kami update..

      Sekian share SK Penetapan Sekolah Pelaksana Kurikulum 2013 Tahun 2016 Beserta Lampiran Daftar Nama Sekolah, semoga bermanfaat

      Materi Pelatihan Kurikulum 2013 Lengkap Tahun 2016 Format Pdf

      Materi Pelatihan Kurikulum 2013 Lengkap Tahun 2016 Format Pdf – Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Berdasarkan pengertian tersebut, ada dua dimensi kurikulum, yang pertama adalah rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran, sedangkan yang kedua adalah cara yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran. Kurikulum 2013 yang diberlakukan mulai tahun ajaran 2013/2014 memenuhi kedua dimensi tersebut.
      Kurikulum 2013 dikembangkan berdasarkan faktor tantangan internal dan tantangan eksternal. Tantangan internal antara lain terkait dengan kondisi pendidikan dikaitkan dengan tuntutan pendidikan yang mengacu kepada 8 (delapan) Standar Nasional Pendidikan yang meliputi standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan.
      Materi Pelatihan Kurikulum 2013 Lengkap Tahun 2016 Format Pdf
      Tantangan eksternal antara lain terkait dengan arus globalisasi dan berbagai isu yang terkait dengan masalah lingkungan hidup, kemajuan teknologi dan informasi, kebangkitan industri kreatif dan budaya, dan perkembangan pendidikan di tingkat internasional. Arus globalisasi akan menggeser pola hidup masyarakat dari agraris dan perniagaan tradisional menjadi masyarakat industri dan perdagangan modern seperti dapat terlihat di World Trade Organization (WTO).
      Elemen Kurikulum 2013
      Standar Nasional Pendidikan adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. Standar nasional pendidikan terdiri atas standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses, standar kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pembiayaan, standar penilaian pendidikan (UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional). Di dalam kerangka pengembangan kurikulum 2013, dari 8 satandar nasional pendidikan seperti yang tertuang di dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional, hanya 4 standar yang mengalami perubahan yang signifikan, seperti yang tertuang di dalam matriks berikut ini.
      Materi Pelatihan Kurikulum 2013 Lengkap Tahun 2016 Format Pdf
      Materi pelatihan kurikulum 2013 yang akan admin bagikan ini terdiri dari 7 file yang dibuat dalam bentuk pdf. Silahkan unduh materi tersebut disini :
      • Materi Umum Pelatihan dan Pendampingan
      • Materi Umum Kebijakan Dinamika Perkembangan Kurikulum
      • Materi Umum Penumbuhan Budi Pekerti
      • Materi Umum Pelatihan dan Pendampingan
      • Materi Umum Literasi Revised Hires
      • Materi Umum Gerakan Literisasi Sekolah
      • Materi Umum Kemitraan Sekolah dengan Keluarga dan Masyarakat

      Sekian share Materi Pelatihan Kurikulum 2013 Lengkap Tahun 2016 Format Pdf, semoga bermanfaat.