Jika Honorer Tak Diangkat, Mutu Pendidikan Merosot

Posted on

Jika Honorer Tak Diangkat, Mutu Pendidikan Merosot – Tidak ada habisnya jika membahas tentang tenaga guru honorer di Indonesia. Tenaga Honorer di satu sisi sangat dibutuhkan, namun untuk jangka panjang dapat menimbulkan berbagai permasalahan di negeri ini. Contoh mudahnya adalah banyak guru honorer yang menuntut agar diangkat menjadi PNS.

Ya, banyak lulusan S1 yang mengabdikan diri di sekolah-sekolah dengan harapan suatu saat dapat diangkat menjadi CPNS. Namun, kuota pengangkatan CPNS tiap tahun selalu dibatasi sehingga bisa dibayangkan berapa banyak guru di Indonesia yang tidak bisa mengikuti test CPNS. Jika masalah ini tidak segera ditangani bisa jadi mutu pendidikan akan merosot karena banyak guru yang berstatus honorer enggan untuk mengajar.

Wakil Wali Kota Depok, Idris Abdul Shomad menyatakan, kualitas pendidikan di daerahnya menurun tajam gara-gara ribuan guru honorer di kota itu tidak segera diangkat menjadi calon pegawai negeri sipil (PNS). Pasalnya, para guru honorer mulai mengurangi jam mengajarnya.
Jika Honorer Tak Diangkat, Mutu Pendidikan Merosot
“Ini sudah ada ketentuan, dan jadi persoalan pelik bagi kami. Sampai sekarang belum dapat kami angkat guru honorer menjadi PNS. Ini yang membuat kami kesulitan dan membuat penurunan mutu pendidikan terus menurun. Sangat wajar guru honorer meminta kejelasan status kepada kami karena mereka sudah puluhan tahun mengabdi,” katanya saat ditemui di Balaikota, kemarin (30/11).

Idris menjelaskan, kewenangan pengangkatan honorer menjadi CPNS ada di tangan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB). Hanya saja, pengangkatan tidak kunjung dilakukan dengan alasan beban APBN 2016 sudah berat.

Sehingga, pengajuan pengangkatan guru bantu yang mereka ajukan ke Kemenpan-RB tidak mendapatkan persetujuan sama sekali.

“Kami sudah duduk bersama dengan Kemenpan-RB serta Mendagri. Tetapi memang hasilnya tidak disetujui sesuai aturan ini. Belanja pegawai terlalu bersar sehingga diputuskan untuk penerimaan CPNS tidak dapat dilakukan selama tiga tahun nanti,” ungkapnya.

Namun, dikatakan Pemko Depok akan mencari solusi agar tenaga guru bantu tetap bertahan dan bisa meningkatkan pendidikan di Kota Depok. Menurutnya, tekad dan kerja keras yang dimiliki seorang guru, meski honorer, tetap patut dihargai dengan memberikan jaminan kesejahteraan yang memadai.

Semoga informasi ini bermanfaat bagi Bapak/Ibu sekalian. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.