Contoh RKT dan RKJM SD Plus Program Kepala Sekolah Tahun Pelajaran 2017/2018

Dalam Permendiknas No. 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan disebutkan bahwa sekolah harus membuat Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) 4 tahun, Rencana Kerja Tahunan (RKT) dinyatakan dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah / Madrasah (RKAS/M) dilaksanakan berdasarkan RKJM. RKJM/T disetujui rapat dewan pendidik setelah memperhatikan pertimbangan dari Komite Sekolah dan disahkan berlakunya oleh Dinas Pendidikan Kab/Kota.
Mari kita simak perbedaan antara RKT dan RKJM berikut ini !
RKT (Rencana Kerja Tahunan) Sekolah adalah rencana kerja yang digunakan sebagai acuan dalam melaksanakan kegiatan sekolah selama 1 tahun.  RKT penting dimiliki untuk memberi arah dan bimbingan para pelaku sekolah dalam rangka menuju perubahan atau tujuan sekolah yang lebih baik (peningkatan, pengembangan) dengan resiko yang kecil dan untuk mengurangi ketidakpastian masa depan.
Tujuan Penyusunan RKT :
1. Menjamin agar perubahan/tujuan sekolah yang telah ditetapkan dapat dicapai dengan tingkat kepastian yang tinggi dan resiko yang kecil;
2. Mendukung koordinasi antar pelaku sekolah;
3. Menjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi, dan sinergi baik antar pelaku sekolah, antar sekolah dan dinas pendidikan;
4. Menjamin keterkaitan antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan pengawasan;
5. Mengoptimalkan partisipasi warga sekolah dan masyarakat;
6. Menjamin tercapainya penggunaan sumberdaya secara efisien, efektif, berkeadilan dan berkelanjutan.
RKJM (Rencana Kerja Jangk Menengah) adalah Rencana Kerja Sekolah yang digunakan sebagai acuan pengelolaan Sekolah selama 4 tahun kedepan. Maksud dirumuskan RKJM adalah sebagai berikut :
1. Menjamin agar perubahan/tujuan sekolah yang telah ditetapkan dapat dicapai dengan tingkat kepastian yang tinggi dan resiko yang kecil;
2. Mendukung koordinasi antar pelaku sekolah;
3. Menjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi, dan sinergi baik antar pelaku sekolah, antar sekolah dan dinas pendidikan;
4. Menjamin keterkaitan antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan pengawasan;
5. Mengoptimalkan partisipasi warga sekolah dan masyarakat;
6. Menjamin tercapainya penggunaan sumberdaya secara efisien, efektif, berkeadilan dan berkelanjutan.
 
Download Contoh RKT dan RKJM SD Plus Program Kepala Sekolah 

Contoh Program Kerja Ekstrakurikuler Kesenian Untuk SD, SMP, SMA, SMK

Contoh Program Kerja Ekstrakurikuler Kesenian Untuk SD, SMP, SMA, SMK – Setiap kegiatan ekstrakurikuler di sekolah baik SD, SMP, SMA, maupun SMK tentu harus memiliki program kerja, agar kegiatan yang akan dilaksanakan lebih terarah dan dapat dipertanggungjawabkan. Program kerja merupakan rancangan seluruh kegiatan yang akan dilaksanakan, baik tiap minggu, bulan, semester maupun per tahun.
Nah, dalam postingan ini admin akan share Contoh Program Kerja Ekstrakurikuler Kesenian Untuk SD, SMP, SMA, SMK format word yang dapat Bapak/Ibu download, kemudian bisa dijadikan sebagai pedoman dalam penyusunan kegiatan secara terperinci.
Dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 tahun 2003 tentang Sstem Pendidikan Nasional bahwa Pendidikan Nasional berfungsi untuk mengembangan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban manusia.

Sehubungan dengan hal tersebut diatas tersurat dalam Struktur Kurikulum salah satu mata pelajaran yaitu Pendidikan Seni Budaya yang sangat diperlukan karena didalamnya terdapat penanaman akan nilai edukasi dan estetika yang berakar pada tradisi seni budaya.

Salah satu tujuan Pendidikan Seni Budaya adalah menggali kemampuan, bakat dan minat siswa dalam berolah seni dan rasa, baik rasa musikal, peran, gerak maupun rupa. Karena tidak seimbangnya kemampuan yang harus dimiliki oleh siswa dengan alokasi waktu yang tersedia, maka diperlukan waktu ekstra di luar jam pelajaran sebagai sarana pengembangan dari kemampuan yang harus dimiliki dalam Intra Kurikuler.

Selengkapnya silahkan download Contoh Program Kerja Ekstrakurikuler Kesenian Untuk SD, SMP, SMA, SMK di sini :
Demikian share Contoh Program Kerja Ekstrakurikuler Kesenian Untuk SD, SMP, SMA, SMK yang dapat admin sampaikan, semoga bermanfaat.

Contoh Rencana Kerja Pramuka Siaga-Penggalang Beserta Absensi

Contoh Rencana Kerja Pramuka Siaga-Penggalang Beserta Absensi – Pramuka merupakan salah satu ekstrakurikuler wajib di sekolah yang mana dapat melatih siswa dalam hal kedisiplinan dan kerjasama tim. Untuk kelas bawah atau yang biasa disebut Pramuka Siaga, tentu memiliki kegiatan yang berbeda dengan kelas atas (Pramuka Penggalang).
Untuk itu diperlukan sebuah rencana kerja, sehingga kegiatan yang dilakukan sesuai dengan tingkatannya. Selain itu rencana kerja ini juga sebagai bukti fisik bahwa sekolah telah melaksanakan kegiatan pramuka dengan baik.
Nah, pada kesempatan ini, admin akan membagikan Contoh Rencana Kerja Pramuka Siaga Penggalang Beserta Absensi yang dibuat dalam format word. Bapak/Ibu nantinya dapat melakukan editing sesuai dengan kondisi di masing-masing sekolah.
Contoh Rencana Kerja Pramuka Siaga-Penggalang Beserta Absensi

Silahkan download Contoh Rencana Kerja Pramuka Siaga-Penggalang Beserta Absensi melalui tautan berikut

Administrasi Pramuka lainnya :

Demikian share Contoh Rencana Kerja Pramuka Siaga-Penggalang Beserta Absensi, semoga bermanfaat.

Program Kerja Rencana Kegiatan Pengembangan Sekolah Adiwiyata

Program Kerja Rencana Kegiatan Pengembangan Sekolah Adiwiyata – Seperti yang sudah ditulis pada postingan sebelumnya bahwa program Adiwiyata telah diatur dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 05 Tahun 2013 dimana prinsip program adiwiyakta yang tertuang dalam pasal 2 Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 05 Tahun 2013 yakni edukatif, partisipatif dan berkelanjutan.
Baca : Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 05 Tahun 2013
Lebih lanjut Sekolah Adiwiyata dapat diartikan sebagai sekolah peduli terhadap lingkungan yang dipraktikan dengan menjaga kebersihan dan mencipkatan lingkungan yang indah. Kemudian dengan adanya
program  ini harapannya adalah bahwa seluruh masyarakat di sekitar sekolah
dapat memiliki kesadaran terhadap lingkungan yang hijau, karena
lingkungan yang hijau tentu memiliki efek yang positif bagi tubuh kita.
Adiwiyata sendiri sebenarnya berasal dari bahasa sansekerta, yakni Adi dan Wiyata. Adi berarti besar agung, baik, idetal atau sempurna, sedangkan wiyata berarti tempat
dimana seseorang mendapatkan ilmu pengetahuan, norma serta etika. Jika kedua kata ini digabung, maka mengandung maksud tempat yang besar, indah dan juga
tentunya baik yang digunakan oleh seseorang untuk mendapatkan ilmu
pengetahuan norma, dan etika.
Program Kerja Rencana Kegiatan Pengembangan Sekolah Adiwiyata

Program Kerja Rencana Kegiatan Pengembangan Sekolah Adiwiyata

Apa tujuannya program sekolah adiwiyata? Tujuannya secara umum adalah agar terciptasekolah peduli dan berbudaya lingkungan yang mampu berpartisipasi dan
melaksanakan upaya pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan 
bagi kepentingan generasi sekarang maupun yang akan datang.

Dan ecara khusus agar dapat tercipta warga sekolah yang bertanggung jawab dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan melalui tata kelola sekolah yang baik untuk untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.

Nah, bagi Bapak/Ibu yang akan melaksanakan program Sekolah Adiwiyata, tidak ada salahnya untuk mendownload Program Kerja Rencana Kegiatan Pengembangan Sekolah Adiwiyata yang admin bagikan di bawah ini :

Download file

Semoga Program Kerja Rencana Kegiatan Pengembangan Sekolah Adiwiyata yang dibuat dalam format word ini bermanfaat bagi Bapak/Ibu sekalian.
Demikian informasi yang dapat disampaikan mengenai Program Kerja Rencana Kegiatan Pengembangan Sekolah Adiwiyata, semoga bermanfaat

Contoh Program Kerja OSIS SMP SMA Lengkap Dengan Rencana Pendapatan Belanja

Contoh Program Kerja OSIS SMP SMA ini bisa dijadikan referensi dalam pembuatan Program Kerja OSIS di sekolah-sekolah. Program kerja merupakan suatu rencana kegiatan dari suatu organisasi yang terarah, terpadu dan tersistematis yang dibuat untuk rentang waktu yang telah ditentukan oleh  suatu organisasi. Program kerja ini akan menjadi pegangan bagi organisasi dalam menjalankan rutinitas roda organisasi. Program kerja juga digunakan sebagai sarana untuk mewujudkan cita cita organisasi. 
Selanjutnya apa itu OSIS? Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS)  merupakan suatu organisasi yang berada di tingkat sekolah di Indonesia yang dimulai dari Sekolah Menengah yaitu Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). OSIS diurus dan dikelola oleh murid-murid yang terpilih untuk menjadi pengurus OSIS.
Dalam kegiatan OSIS, Program Kerja sagat diperlukan agar kegiatan yang akan dilaksanakan dapat lebih terarah dan terkoordinir dengan jelas. 
Pengurus OSIS terdiri dari
1.Ketua
2.Wakil Ketua
3.Sekretaris
4.Wakil Sekretaris
5.Bendahara
6.Sekbid Kesekretariatan
7.Sekbid Pendidikan dan Dakwah
8.Sekbid Pealatan
9.Sekbid Perlombaan
10.Sekbid Keamanan
Tugas dan Tanggung Jawab Ketua OSIS

1.Memimpin Organisasi dan bertanggungjawab atas pelaksanann tugas sebagai Ketua OSIS
2.Mengkoordinasikan semua aparat kepengurusan
3.Menetapkan kebijaksanaan yang telah ditetapkan disiapkan dan telah direncanakan oleh aparat kepengurusan
4.Memimpin rapat
5.Menetapkan kebijaksanaan dan mengambil keputusan berdasarkan musyawarah dan mufakat
6.Setiap saat mengevaluasi kegiatan aparat kepengurusan.

* Tugas dan Tanggung Jawab Wakil Ketua OSIS
1.Bersama-sama dengan ketua menetapkan kebijakan;
2.Memberikan saran kepada ketua dalam rangka mengambil keputusan;
3.Mengantikan ketua jika ketua berhalangan;
4.Membantu ketua dalam melaksanakan tugasnya;
5.Bertanggung jawab kepada ketua.
Unduh Contoh Program Kerja OSIS Lengkap Dengan Rencana Pendapatan Belanja di sini :
  • [Unduh] Program Kerja OSIS Lengkap 

 Sekian share Contoh Program Kerja OSIS SMP SMA Lengkap Dengan Rencana Pendapatan Belanja, semoga bermanfaat.

Contoh Program Kerja Sarpras Tingkat Sekolah Dasar

Contoh Program Kerja Sarpras Tingkat Sekolah Dasar – Program Kerja merupakan suatu rencana yang dibuat dalam jangka waktu tertentu dan harus disepakati oleh pengurus. Sedangkan Sarana dan Prasarana (Sarpras) adalah alat yang digunakan sebagai pendukung dalam mencapai tujuan, dalam hal ini adalah tujuan pendidikan.
Menurut keputusan menteri P dan K No 079/ 1975, sarana pendididkan terdiri dari 3 kelompok besar yaitu :
a)    Bangunan dan perabot sekolah
b)    Alat pelajaran yang terdiri dari pembukuan , alat-alat peraga dan laboratorium.
c)    Media pendidikan yang dapat di kelompokkan menjadi audiovisual yang menggunakan alat penampil dan media yang tidak menggunaakan alat penampil.
Adapun macam-macam sarana dan prasarana yang di perlukan di sekolah demi kelancaran dan keberhasilan kegiatan proses pendidikan sekolah adalah :
1)    Ruang kelas: tempat siswa dan guru melaksanakan proses kegiatan belajar mengajar.
2)    Ruang perpustakaan: tempat koleksi berbagai jenis bacaan bagi siswa dan dari sinilah siswa dapat menambah pengetahuan.
3)    Ruang laboratorium ( tempat praktek) : tempat siswa mengembangkan pengetahuan sikap dan keterampilan serta tempat meneliti dengan menggunakan media yang ada untuk memecahkan suatu masalah atau konsep pengetahuan .
4)    Ruang keterampilan adalah tempat siswa melaksanakan latihan mengenai keterampilan tertentu.
5)    Ruang kesenian: adalah tempat berlangsungnya kegiatan-kegiatan seni
6)    Fasilitas olah raga: tempat berlangsungnya latihan-latihan olahraga.
Adapun yang menjadi tujuan dari administrasi saran dan prasarana adalah tidak lain agar semua kegiatan tersebut mendukung tercapainya tujuan pendidikan. Administrasi sarana dan prasarana semakin lama di rasakan semakin rumit karena pendidikan juga menyangkut masyarakat atau orang tua murid, yang terlibat langsung dalam pendidkan tersebut. Oleh karena itu apabila administrasi sarana dan prasarana berjalan dengan baik maka semakin yakin pula bahwa tujuan pendidikan akan tercapai dengan baik. 
Contoh Program Kerja Sarpras Tingkat Sekolah Dasar

Selengkapnya silahkan unduh Contoh Program Kerja Sarpras Tingkat Sekolah Dasar di sini :

  • [Unduh] Contoh Program Kerja Sarpras Tingkat Sekolah Dasar

Artikel  lain terkait program kerja :

Sekian share Contoh Program Kerja Sarpras Tingkat Sekolah Dasar, semoga bermanfaat.

Buku Kerja Kepala Sekolah Plus Contoh Administrasi yang Harus Dipenuhi

Seorang Kepala Sekolah haruslah dapat bekerja sesuai dengan Tupoksinya, serta dapat menghandle semua kegiatan yang berjalan di sekolah. Kepala Sekolah diharapkan melaksanakan tugas pokok dan fungsinya
sebagai manajer dan leader. Sebagai pemimpin pendidikan di sekolah, kepala sekolah memiliki tanggung jawab sepenuhnya untuk mengembangkan seluruh sumber daya sekolah. Efektivitas kepemimpinan kepala sekolah tergantung kepada kemampuan bekerjasama dengan seluruh warga sekolah, serta kemampuannya mengendalikan pengelolaan sekolah untuk menciptakan proses belajar mengajar.
Kepala Sekolah merupakan salah satu unsur penjaminan mutu pendidikan. Dalam pelaksanaan tugasnya ada beberapa tahapan yang harus dilakukan antara lain: 
(a) merencanakan program, 
(b) melaksanakan rencana kerja, 
(c) melaksanakan pengawasan dan evaluasi, 
(d) menjalankan kepemimpinan sekolah, dan 
(e) menerapkan sistem informasi sekolah.
A. Merencanakan Program
antara lain berisi :
1. Visi dan Misi
2. Tujuan Sekolah
3. Rencana Kerja Sekolah
Buku Kerja Kepala Sekolah Plus Contoh Administrasi yang Harus Dipenuhi


B. Melaksanakan Rencana Kerja
Antara lain :
1. Pedoman Sekolah
2. Struktur Organisasi
3. Pelaksanaan Kegiatan Sekolah
4. Bidang Kesiswaan
5. Bidang Kurikulum dan Kegiatan Pembelajaran
6. Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan
7. Bidang Sarpras
8. Bidang Keuangan dan Pembiayaan
9. Budaya dan Lingkungan Sekolah
10. Persan serta Masyarakat dan Kemitraan Sekolah
C. Melaksanakan Pengawasan dan Evaluasi
Antara lain :
1. Program Pengawasan
2. Evaluasi Diri Sekolah
3. Evaluasi dan Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)
4. Evaluasi Pendayagunaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan
5. Akreditasi Sekolah

D. Menjalankan Kepemimpinan Sekolah
1. Setiap sekolah dipimpin oleh seorang kepala sekolah.
2. Kriteria untuk menjadi kepala dan wakil kepala sekolah berdasarkan ketentuan dalam standar pendidik dan tenaga kependidikan
3. Kepala SMP/SMPLB dibantu minimal oleh satu orang wakil kepala sekolah
4. Kepala SMA dibantu minimal tiga wakil kepala sekolah untuk bidang akademik, sarana-prasarana, dan kesiswaan. Sedangkan kepala SMK dibantu empat wakil kepala sekolah untuk bidang akademik, saranaprasarana, kesiswaan, dan hubungan dunia usaha dan dunia industri. Dalam hal tertentu atau sekolah yang masih dalam taraf pengembangan, kepala sekolah/madrasah dapat menugaskan guru untuk melaksanakan fungsi wakil kepala sekolah.
5. Wakil kepala sekolah dipilih oleh dewan pendidik, dan proses pengangkatan serta keputusannya, dilaporkan secara tertulis oleh kepala sekolah kepada institusi di atasnya. Dalam hal sekolah/madrasah swasta, institusi dimaksud adalah penyelenggara sekolah.
6. Kepala dan wakil kepala sekolah/madrasah memiliki kemampuan memimpin yaitu seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang dimiliki, dihayati, dikuasai, dan diwujudkannya dalam melaksanakan tugas keprofesionalan sesuai dengan Standar Pengelolaan Satuan Pendidikan.
7. Kepala sekolah:
a. menjabarkan visi ke dalam misi target mutu;
b. merumuskan tujuan dan target mutu yang akan dicapai;
c. menganalisis tantangan, peluang, kekuatan, dan kelemahan sekolah;
d. membuat rencana kerja strategis dan rencana kerja tahunan untuk pelaksanaan peningkatan mutu;
e. bertanggung jawab dalam membuat keputusan anggaran sekolah;
f. melibatkan guru, komite sekolah dalam pengambilan keputusan
penting sekolah. Dalam hal sekolah swasta, pengambilan keputusan
tersebut harus melibatkan penyelenggara sekolah;
g. berkomunikasi untuk menciptakan dukungan intensif dari orang tua peserta didik dan masyarakat;
h. menjaga dan meningkatkan motivasi kerja pendidik dan tenaga kependidikan dengan menggunakan sistem pemberian penghargaan atas prestasi dan sangsi atas pelanggaran peraturan dan kode etik;
i. menciptakan lingkungan pembelajaran yang efektif bagi peserta didik;
j. bertanggung jawab atas perencanaan partisipatif mengenai pelaksanaan kurikulum;
k. melaksanakan dan merumuskan program supervisi, serta memanfaatkan
hasil supervisi untuk meningkatkan kinerja sekolah;
l. meningkatkan mutu pendidikan;
m. memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga, profesi, dan kedudukan sesuai dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya;
n. memfasilitasi pengembangan, penyebarluasan, dan pelaksanaan visi pembelajaran yang dikomunikasikan dengan baik dan didukung oleh komunitas sekolah;
o. membantu, membina, dan mempertahankan lingkungan sekolah/ madrasah dan program pembelajaran yang kondusif bagi proses belajar peserta didik dan pertumbuhan profesional para guru dan tenaga
kependidikan;
p. menjamin manajemen organisasi dan pengoperasian sumber daya sekolah untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, efisien, dan efektif;
q. menjalin kerja sama dengan orang tua peserta didik dan masyarakat, dan komite sekolah menanggapi kepentingan dan kebutuhan komunitas yang beragam, dan memobilisasi sumber
r. memberi contoh/teladan/tindakan yang bertanggung jawab.
8. Kepala sekolah dapat mendelegasikan sebagian tugas dan kewenangan kepada wakil kepala sekolah sesuai dengan bidangnya.
E. Menerapkan Sistem Informasi Sekolah
1. Dalam rangka menerapkan sistem informasi, sekolah:
a. mengelola sistem informasi manajemen yang memadai untuk mendukung administrasi pendidikan yang efektif, efisien dan akuntabel;
b. menyediakan fasilitas informasi yang efesien, efektif dan mudah diakses;
c. menugaskan seorang guru atau tenaga kependidikan untuk melayani permintaan informasi maupun pemberian informasi atau pengaduan dari masyarakat berkaitan dengan pengelolaan sekolah/madrasah baik secara lisan maupun tertulis dan semuanya direkam dan didokumentasikan;
d. melaporkan data informasi sekolah yang telah terdokumentasikan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
2. Komunikasi antarwarga sekolah di lingkungan sekolah dilaksanakan secara efisien dan efektif.

Unduh di sini :

  • [Unduh] Buku Kerja Kepala Sekolah Plus Contoh Administrasi yang Harus Dipenuhi

Juknis Program Bantuan Pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) SMK Tahun 2016

Juknis Program Bantuan Pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) SMK – Dengan telah dicanangkannya program Pendidikan Menengah Universal (PMU) yang bertujuan untuk mencapai angka partisipasi kasar (APK) pendidikan menengah sebesar 97% pada tahun 2020, dan untuk mengurangi disparitas APK antar Kabupaten/Kota, serta untuk menguatkan pendidikan kejuruan, maka diperlukan program untuk mendukung percepatan tercapainya tujuan PMU dimaksud. Sehubungan dengan hal tersebut maka pada tahun 2016 melalui melalui Direktorat Pembinaan SMK telah dialokasikan bantuan pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) sebanyak 5.962 Ruang. Penyediaan sarana dan prasarana dengan menambah Ruang Kelas Baru (RKB) di SMK dimaksudkan untuk meningkatkan daya tampung sekolah sehingga pembelajaran dapat berjalan lebih optimal.
Sasaran bantuan pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) melalui APBN 2016 adalah sebanyak 5.962 ruang, dimana Total Nilai bantuan Pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) yang akan diberikan adalah Rp1.256.021.840.400,00 (satu triliun dua ratus lima puluh enam milyar dua puluh satu juta delapan ratus empat puluh ribu empat ratus rupiah). 
Bentuk Bantuan tersebut diberikan dalam bentuk uang, disalurkan dalam dua tahap pembayaran. Penyaluran dana tahap pertama dibayarkan 70% setelah penandatanganan surat perjanjian, dan penyaluran dana tahap kedua dibayarkan sebesar 30% setelah kemajuan (progress) pekerjaan mencapai 50% yang dibuktikan dengan berita acara (BA) kemajuan pekerjaan yang ditanda tangani oleh Ketua tim perencana pengawas, Ketua tim pembangunan, diketahui oleh Kepala Sekolah SMK.
Luas bangunan per-ruang minimal 72 m2 dan selasar 18 m2 dengan jangka waktu penggunaan dana selambat-lambatnya 120 (seratus dua puluh) hari kalender sejak diterimanya dana tersebut di rekening SMK.
Berikut adalah Jadwal Kegiatannya :
Juknis Program Bantuan Pembangunan Ruang Kelas Baru SMK Tahun 2016
Proses penyaluran dana Tahun 2016 dilakukan oleh Direktorat Pembinaan SMK dengan mekanisme :
Dana bantuan disalurkan dalam dua tahap pembayaran. Penyaluran dana tahap pertama sebesar 70% setelah penandatanganan surat perjanjian, dan penyaluran dana tahap kedua sebesar 30% setelah kemajuan (progress) pekerjaan mencapai 50% yang dibuktikan dengan berita acara (BA) kemajuan pekerjaan yang ditanda tangani oleh Ketua tim perencana pengawas, Ketua tim pembangunan/pelaksana kegiatan, diketahui oleh Kepala Sekolah SMK.
Demikian informasi mengenai Juknis Program Bantuan Pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) SMK Tahun 2016, semoga bermanfaat.

Contoh Rencana Kerja Tahunan KKG (Kelompok Kerja Guru)

KKG (Kelompok Kerja Guru) adalah sebuah organisasi guru yang dibentuk sebagai wadah komunikasi antar guru yang tujuannya adalah untuk mendiskusikan permasalahan-permasalahan yang dialami guru selama proses belajar mengajar dan juga sebagai tempat untuk bertukar pengalaman, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kemampuan guru di bidangnya serta memperbaiki kualitas belajar. KKG ini bersifat struktural yang dibentuk oleh guru-guru dalam suatu wilayah gugus sekolah.Kaitannya dengan KKG, admin sekolah-id akan membagikan contoh Rencana Kerja Tahunan KKG yang dapat Anda download secara gratis. Dengan adanya contoh rencana kerja ini diharapkan dapat membantu Bapak/Ibu sekalian dalam pembuatan rencana Kerja. Contoh Rencana Kerja Tahunan KKG ini dapat digunakan baik di tingkat SD, SMP maupun SMA tinggal menyesuaikan dengan kebutuhan dari masing-masing gugus.

Contoh Rencana Kerja Tahunan KKG (Kelompok Kerja Guru)

Download Contoh Rencana Kerja Tahunan KKG

Silahkan download contoh rencana kerja tahunan melalui link diatas.
Demikian informasi mengenai Contoh Rencana Kerja Tahunan KKG (Kelompok Kerja Guru), semoga bermanfaat.

Program Kerja Tahunan Kepala Sekolah SD

Program Kerja Tahunan Kepala Sekolah SD  – Kepala sekolah merupakan guru yang diberikan tugas tambahan untuk memimpin suatu sekolah yang diselenggarakan proses belajar-mengajar atau tempat terjadi interaksi antara guru yang memberi pelajaran dan murid yang menerima pelajaran. Dalam pelaksanaannya guru yang diberikan tugas tambahan sebagai Kepala Sekolah harus memiliki Program Kerja, dari Rencana Kerja Kepala Sekolah,
Program Tahunan, dan cek list implementasi merupakan salah satu
kewajiban Kepala Sekolah untuk Administrasi Kerja.

Tujuan dari penyusunan Program Kerja Tahunan tersebut adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan, sehingga dapat menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas serta memiliki ilmu pengatahuan dan teknologi yang dapat digunakan sebagai bekal hidup bermasyarakat dan bernegara.
Program Kerja Tahunan Kepala Sekolah SD
Program Kerja Tahunan Kepala Sekolah SD

Setidaknya ada 6 Program kerja yang dilaksanakan oleh Kepala Sekolah SD, yaitu sebagai berikut :

1. Dalam Bidang Kurikulum
Dalam bidang ini diharapkan dapat meningkatkan mutu kegiatan belajar mengajar serta meningkatkan kegiatan supervisi kelas baik secara kualitas maupun kuantitas.

2. Dalam Bidang Kepegawaian
Dalam bidang kepegawaian diharapkan dapat meningkatkan profesional, disiplin serta komitmen tinggi an juga tanggungjawab dalam pelaksanaan tugasnya masing-masing

3. Dalam Bidang Keuangan
Program kerja dalam bidang keuangan diharapkan dapat meningkatkan kelancaran pengelolaan keuangan sekolah sehingga penggunaannya dapat berjalan sebagai merstinya.

4. Dalam Bidang Sarana dan Prasarana
Dapat memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana yang menunjang terhadap lancarnya kegiatan belajar mengajar dan kegiatan pendidikan lainnya.

5. Dalam Bidang Ketatausahaan
Dalam bidang ini tujuannya agar dapat meningkatkan pelayanan terhadap stakecholder dan pendokumentasian kegiatan pendidikan melalui peningkatan kegiatan pengadministrasian.


6. Dalam Bidang Kesiswaan
Dalam bidang kesiswaan meliputi : Peningkatan pelayanan pendidikan terhadap siswa, orangtua siswa dan masyarakat sekitar.

Download Program Kerja Tahunan Kepala Sekolah SD

Demikian share Program Kerja Tahunan Kepala Sekolah SD, semoga bermanfaat.