Batas Usia Pensiun PNS Menurut Undang-Undang

Posted on

Berdasarkan kebijakan aturan UU aparat Sipil Negara dan surat Badan Kepegawaian Negara K.26-30 lV.7 -3199 tahun 2014 bahwa Batas Usia Pensiun PNS adalah sebagai berikut :

a. Batas usia pensiun Pejabat Pimpinan Tinggi Utama, Pejabat Pimpinan
Tinggi Madya, dan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama
(sebelumnya dikenal
sebagai pejabat struktural eselon I dan eselon ll) adalah 60 (enam
puluh) tahun tanpa melalui mekanisme perpanjangan oleh Pejabat Pembina
Kepegawaian.

b.
Dalam hal terdapat Pegawai Negeri Sipil yang menduduki jabatan Pimpinan
Tinggi Utama, Pimpinan Tinggi Madya, dan Pimpinan Tinggi Pratama

(sebelumnya dikenal sebagai pejabat struktural eselon I dan eselon ll)
belum berusia 60 (enam puluh) tahun tetapi keputusan pemberhentian
dengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil telah ditetapkan karena
mencapai batas usia pensiun 56 (lima puluh enam) tahun atau lebih dan
pemberhentiannya ditetapkan berlaku terhitung mulai akhir Januari 2014 dan seterusnya, berlaku ketentuan sebagai berikut:

1) apabila tidak diberhentikan dari jabatannya, maka batas usia pensiunnya 60 (enam puluh) tahun;

2) apabila telah diberhentikan dari jabatannya, maka batas usia pensiunnya 58 (lima puluh delapan) tahun;

3) apabila telah diberhentikan dari jabatannya dan usianya lebih dari
58 (lima puluh delapan) tahun, maka diberhentikan dengan hormat sebagai
Pegawai Negeri Sipil terhitung mulai akhir bulan pemberhentian dari jabatannya.

wimaogawa.blogspot.com

c. Dalam hal terdapat Pegawai Negeri Sipil sebagaimana dimaksud pada
huruf
b angka 1) dan angka 2) telah diberhentikan dengan hormat sebagai
Pegawai Negeri Sipil karena mencapai batas usia pensiun 56 (lima puluh
enam) tahun atau lebih dan pemberhentiannya ditetapkan berlaku terhitung
mulai akhir Januari 2014 dan seterusnya, berlaku ketentuan sebagai
berikut:

1)
apabila keputusan pemberhentiannya telah ditetapkan baik yang sudah
diterima maupun yang belum diterima oleh yang bersangkutan dan masih bersedia melaksanakan tugas, maka keputusan pemberhentian dan kenaikan pangkat pengabdiannya (apabila mendapat kenaikan
pangkat pengabdian) ditinjau kembali;

2) apabila keputusan pemberhentiannya telah ditetapkan, baik yang sudah
diterima maupun yang belum diterima oleh yang bersangkutan tetapi tidak bersedia lagi melaksanakan tugas, maka mengajukan surat pernyataan tidak bersedia
lagi melaksanakan tugas secara tertulis bermaterai kepada Pejabat
Pembina Kepegawaian, dan keputusan pemberhentian serta pemberian
kenaikan pangkat pengabdiannya yang sudah ditetapkan (apabila mendapat kenaikan pangkat pengabdian) tetap berlaku.

Contoh:
Seorang Pegawai Negeri Sipil lahir pada tanggal 3 Maret 1956. Pada saat ini yang bersangkutan masih menduduki jabatan Kepala Dinas Pendidikan di Kota Bekasi dan telah ditetapkan pemberhentiannya dengan keputusan Presiden yang berlaku terhitung mulai akhir Maret
2014. Dalam hal demikian, apabila yang bersangkutan masih bersedia melaksanakan tugas, maka keputusan pemberhentiannya dan kenaikan pangkat pengabdiannya (apabila mendapat kenaikan pangkat pengabdian) ditinjau kembali.

Apabila yang bersangkutan tidak bersedia lagi melaksanakan tugas,
maka mengajukan surat pernyataan tidak bersedia
lagi melaksanakan tugas secara tertulis bermaterai kepada Pejabat
Pembina Kepegawaian, dan keputusan pemberhentian serta pemberian
kenaikan
pangkat pengabdiannya yang sudah ditetapkan (apabila mendapat kenaikan pangkat pengabdian) tetap berlaku.

Dalam hal terdapat Pegawai Negeri Sipil yang sebelumnya menduduki
Jabatan Pimpinan Tinggi Utama, Pimpinan Tinggi Madya, dan Pimpinan
Tinggi Pratama (sebelumnya dikenal sebagai jabatan struktural eselon I
dan eselon ll) dan sedang menjalani masa bebas tugas atau masa
persiapan pensiun, maka berlaku ketentuan sebagai berikut:

1) apabila pada saat berakhirnya masa bebas tugas atau masa
persiapan pensiun telah berusia 58 (lima puluh delapan) tahun atau
lebih, diberhentikan dengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil
terhitung
mulai akhir bulan berakhirnya masa bebas tugas atau masa persiapan pensiun dan diberikan hak-hak kepegawaian sesuai peraturan perundang-undangan.

2) apabila pada saat berakhirnya masa bebas tugas atau masa persiapan pensiun belum berusia 58 (lima puluh delapan) tahun dan yang bersangkutan masih bersedia melaksanakan tugas, maka ditugaskan kembali dengan ketentuan tidak berhak lagi mengajukan masa bebas
tugas atau masa persiapan pensiun pada saat akan mencapai batas usia pensiun 58 (lima puluh delapan) tahun.

3) apabila pada saat berakhirnya masa bebas tugas atau masa persiapan pensiun belum berusia 58 (lima puluh delapan) tahun, dan tidak bersedia melaksanakan tugas kembali, maka yang bersangkutan
4
mengajukan permohonan berhenti atas permintaan sendiri secara tertulis
bermaterai kepada Pejabat Pembina Kepegawaian. Keputusan pemberhentian
dengan hormat atas permintaan sendiri
sebagai Pegawai Negeri Sipil ditetapkan oleh pejabat yang berwenang sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.